Disdik Dumai pertegas sekolah belajar tatap muka agar siapkan sarana Prokes

id COVID-19 Dumai,Disdik Dumai,Prokes Dumai,ubahlaku

Disdik Dumai pertegas sekolah belajar tatap muka agar siapkan sarana Prokes

Seorang siswa sekolah menengah pertama mengisi daftar hadir untuk mengikuti belajar tatap muka langsung pada masa pandemi di Kota Dumai, Dumai, Riau, Rabu (7/10/2020). (ANTARA/Aswaddy Hamid)

Dumai (ANTARA) - Sekolah TK Paud, SD dan SMP di Kota Dumai diminta agar menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan sebelum mulai membuka kelas tatap muka pada Januari Tahun 2021.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Dumai Dedi menyebut, sekolah mengajukan proposal membuka kelas tatap muka agar persiapkan sarpras ditentukan, untuk pencegahan penularan COVID-19.

"Dumai akan membuka kelas belajar tatap muka pada Januari 2021, dan sebelum itu sarana prasarana protokol kesehatan harus disiapkan sekolah, karena akan ada pemeriksaan dari tim Satgas COVID-19 Dumai," kata Dedi, Jumat.

Dijelaskan, pengecekan sarpras oleh Tim Satgas COVID-19 meliputi, meja kursi berjarak 1,5 meter, jumlah anak TK Paud hanya 5 orang, SD dan SMP 16 anak, kantin ditutup, praktek olahraga ditiadakan.

Kemudian, sekolah harus dilakukan semprot disinfektan dan semua pelajar dengan guru wajib masker, pengaturan antar jemput anak, cuci tangan, alat thermogun dan membentuk tim satgas sekolah.

"Hampir semua sekolah Dumai minta buka kelas tatap muka, namun bagi orangtua tidak bersedia masih tetap dilayani pembelajaran dengan dalam dan luar jaringan," sebut Dedi.

Sekolah sudah melengkapi sarpras prokes dan membuka kelas tatap muka, lanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dan sudah diizinkan Satgas COVID-19 Dumai.

Sementara, Juru Bicara Satgas COVID-19 Dumai dr Syaiful mengatakan, pengecekan sarpras protokol kesehatan COVID-19 akan dilakukan Tim 5 di tiap 10 Puskesmas di Dumai.

"Tim lima puskesmas akan mengecek ketat penyediaan sarpras protokol kesehatan sekolah sebelum disetujui memulai belajar tatap muka," kata Syaiful, Rabu (24/12).

Pemeriksaan sarpras ini untuk memastikan sekolah sudah siapkan langkah antisipasi pencegahan COVID-19, agar kegiatan belajar di sekolah TK Paud, SD dan SMP aman dari penularan virus korona.

Satgas, lanjutnya, hanya mengizinkan sekolah yang sudah memenuhi semua sarpras, dan menangguhkan sekolah belum melengkapi persyaratan protokol kesehatan antisipasi COVID-19.

Data COVID-19 Dumai pada Kamis (24/12) terdapat penambahan 29 kasus positif, 1 kasus menjalani perawatan di RS dan 28 kasus menjalani isolasi mandiri, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang dan 2 meninggal dunia.

Sehingga total akumulasi saat ini 2.752 kasus positif dengan rincian 2.013 orang sembuh, 203 orang dalam perawatan (185 orang isolasi mandiri, 18 dirawat di RS) dan 36 orang meninggal dunia.