Pekanbaru alami ledakan kasus COVID-19 mencapai 114 orang

id Covid,Corona pekanbaru, kota pekanbaru

Pekanbaru alami ledakan kasus COVID-19 mencapai 114 orang

Foto udara proses pemakaman dengan protokol kesehatan COVID-19, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (4/9/2020). (ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Juru bicara bidang kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi mengatakan wilayah itu alami ledakan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi mencapai 114 orang pada Kamis (10/9).

"Ini ledakan kasus tertinggi di sini sejak awal wabah COVID-19 masuk Indonesia," kata dr Mulyadi di Pekanbaru, Jumat.

Dia mengatakan penambahan kasus konfirmasi positif menyebar hampir di semua kecamatan Pekanbaru, namun terbanyak untuk Payung Sekaki dengan total penambahan satu hari saja kurang lebih ada 25 kasus, lalu diikuti Marpoyan Damai.

"Untuk Payung Sekaki terbanyak warga Labuh Baru Timur yang positif COVID-19," katanya.

Kabar baiknya ada 14 orang yang sembuh dan pulang, dengan penambahan itu maka total pasien positif di Pekanbaru ada 1.306 orang. Dengan rincian 318 orang sembuh dan pulang, 154 organ masih dirawat di RS, 815 orang isolasi mandiri 19 orang meninggal dunia.," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mini Yuliani Nazir mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 Provinsi Riau pada Kamis (10/9), Kota Pekanbaru menyumbang sebanyak 123 orang.

"Hari Kamis di Provinsi Riau terdapat penambahan 192 kasus terkonfirmasi COVID-19, sebanyak 123 kasus dari Pekanbaru," kata kata Mimi.

Lalu Pelalawan 18 orang, Bengkalis 1 orang, Dumai 5 orang, Inhil 4 orang, Kampar 21 orang, Kuansing 4 orang, Kepulauan Meranti 3 orang, Rokan Hilir 3 orang, Rohul 1 orang, Siak 9 orang.

"Tiga pasien dinyatakan meninggal dunia itu diantaranya Tn. EEF (33) warga Kabupaten Siak, Tn. MT (58) warga Kota Pekanbaru, Tn. Z (50) warga Kabupaten Kampar," katanya.

Dengan begitu, maka total kasus terkonfirmasi di Riau hingga saat ini mencapai 3.160 orang. Dengan keterangan Isolasi Mandiri 1.025 orang, rawat di RS 586 orang, sembuh 1.491 orang dan 58 meninggal dunia.

Selanjutnya kasus Suspek yang Isolasi mandiri berjumlah 7.968 orang, Isolasi di RS 132 orang, selesai isolasi 13.326 orang, meninggal dunia 55 orang. Total suspek berjumlah 21.481 orang. Dan spesimen diperiksa berjumlah 1.641 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 1.008 orang.