6.243 pekerja Parekraf Riau terdampak COVID-19 dapat bantuan, begini penjelasannya

id Kemenparekraf,dampak covid,covid riau,berita riau antara,berita riau terbaru

6.243 pekerja Parekraf Riau terdampak COVID-19 dapat bantuan, begini penjelasannya

Ilustrasi - Sejumlah bantuan sosial sembako dari pemerintah siap disalurkan. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 6.243 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif atau Parekraf di Provinsi Riau sudah terdata untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Parekraf untuk meringankan dampak COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, di Pekanbaru, Kamis, mengatakan penyaluran bantuan ini akan dilakukan langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, yang disaksikan Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenparekraf Rizki Handayani.

Roni menjelaskan, alur mekanisme distribusi dalam pemberian bantuan ini dari gudang utama di Bandar Seni Raja Ali Haji purna MTQ di Pekanbaru akan dikirim ke gudang di 12 Polres yang berada di Kabupaten/Kota, kemudian pengiriman dilanjutkan ke Polsek-Polsek, lalu diserahkan langsung ke penerima bantuan.

“Mekanisme penyaluran bantuan dukungan pekerja Parekraf ini akan dilaksanakan oleh pihak Kepolisian untuk disampaikan secara langsung kepada penerima bantuan,” kata Roni.

Adapun jadwal yang dihelat Kemenparekraf ini selama dua hari, yakni pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 audiensi oleh Kemenparekraf bersama Gubernur Riau dan Kapolda Riau. Kemudian, pada Jumat, 28 Agustus 2020 penyerahan dukungan bantuan.

“Penyaluran akan dilakukan dua hari,” katanya.

Adapun jenis dukungan barang untuk pekerja Parekraf berupa, beras siak bunga raya (5 kg), minyak goreng (2 liter), gula pasir rose brand (1 kg), tepung segitiga biru (1 kg), sarden (2 kaleng), kecap manis (550 ml), teh celup (2 kotak), mie sagu (1/2 kg).

Penerima paket dukungan ini terbagi menjadi tujuh kluster tersebar di 12 Kabupaten/Kota. Kluster 1 Kota Pekanbaru, kluster 2 Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai, kluster 3 Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu, Kluster 4 Kabupaten Siak dan Bengkalis, kluster 5 Kabupaten Pelalawan dan Kuantan Singingi, kluster 6 Kabupaten Meranti, kluster 7 Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Baca juga: Travelling di masa pandemi, Pulo Cinta kembali ramai dikunjungi wisatawan

Baca juga: Legislator anggap Pemprov Riau tak serius kelola pariwisata, begini penjelasannya

Baca juga: Gerakan BISA diluncurkan di lima destinasi wisata Riau, begini penjelasannya