Gerakan BISA diluncurkan di lima destinasi wisata Riau, begini penjelasannya

id Gerakan BISA,kemenparekraf,pariwisata riau,dinas pariwisata riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Gerakan BISA diluncurkan di lima destinasi wisata Riau, begini penjelasannya

Sejumlah peserta mengenakan masker dan menjaga jarak pada pencanangan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (4/8/2020). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Gerakan BISA berupa program padat karya untuk membantu ratusan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) terdampak wabah COVID-19, yang dipusatkan di lima destinasi wisata di Provinsi Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di lima destinasi wisata di Provinsi Riau, Selasa.

“Kita harus sama-sama jaga kalau Pekanbaru, Riau ini ingin jadi tujuan wisata. Seharusnya zona hijau COVID-19 makin landai, maka wisatawan akan datang,” kata Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hasan Abud, saat peluncuran Gerakan BISA di Kota Pekanbaru, Senin.

Ia menjelaskan Gerakan BISA merupakan program Kemenparekraf untuk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19. Khusus di Riau, program tersebut dipilih di lima destinasi wisata yang ada di tiga daerah, yaitu Taman Tunjuk Ajar Integritas dan Taman Tuan Kadi (Kota Pekanbaru), Pulau Cinta (Kabupaten Kampar), Istana Siak Sri Indrapura serta Makam Koto Tinggi (Kabupaten Siak).

Di Riau ada 300 pelaku Parekraf yang dilibatkan dan berasal dari tiga daerah tersebut.

Hasan menjelaskan program itu semacam kegiatan padat karya yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata. Sehingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya siap memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di tengah kondisi wabah Virus Corona.

Baca juga: Riau bangkitkan pariwisata di masa pandemi dengan "Gerakan BISA", begini penjelasannya

Ia mengakui selama lima bulan terakhir sangat berdampak pada anjloknya aktivitas dan pendapatan dari sektor pariwisata mulai dari turunnya jumlah wisatawan, hingga sepinya perhotelan, restoran dan industri kreatif lainnya.

“Kita belum tahu sampai kapan wabah COVID-19 ini berakhir, tapi kita tidak mungkin tinggal diam. Perlu kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan karena wisatawan datang mencari hiburan, bukan nyari penyakit,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat menambahkan kegiatan peluncuran Gerakan BISA pada Selasa (4/8) dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting di masing-masing destinasi wisata, yang diikuti oleh Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Wali Kota Pekanbaru, Bupati Kampar, Bupati Siak dan Kepala Dinas Pariwisata Riau.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas gotong royong, mempersiapkan tempat sampah, alat-alat kebersihan, pengecatan papan informasi COVID-19, wastafel, tempat cuci tangan, thermogun dan alat semprot disinfektan.

Baca juga: Dispar Riau gelar "Jalan-Jalan Virtual" untuk seniman saat pandemi, begini penjelasannya

Pemerintah melalui Kemenparekaf memberikan bantuan berupa tempat sampah permanen dan tempat sampah plastik, alat cuci tangan, gerobak dorong, cangkul, sapu lidi, cat minyak, tiner, kuas cat, ditambah lagi sarung tangan kerja, disinfektan beserta alat semprot disinfektan, masker kain, pakaian seragam, signage atau papan informasi publik di destinasi wisata, papan informasi COVID-19 dan alat pengukur suhu.

Adapun tujuan kegiatan ini digelar untuk pemberdayaan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonominya pasca COVID-19, Mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata untuk peningkatan peringkat Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI), mendukung destinasi pariwisata serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengantisipasi kondisi tatanan kehidupan baru pasca COVID-19 sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik.

“Semoga apa yang diberikan berupa bantuan ini bisa bermanfaat dan didayagunakan untuk kebaikan kita semua,” kata Roni Rakhmat.

Baca juga: Menparekraf Wishnutama yakin pariwisata segera pulih saat vaksin didistribusikan

Baca juga: Kemenparekraf perbanyak dan optimalkan kampanye pariwisata secara daring selama pandemi


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar