
Presiden Palestina Soroti Rapuhnya Gencatan Senjata di Gaza

Ramallah (ANTARA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/5) memperingatkan bahwa gencatan senjata Israel-Hamas di Gaza masih rapuh seiring korban terus bertambah, wilayah menyusut, dan bantuan kemanusiaan terus menghadapi hambatan.
"Gencatan senjata masih rapuh sementara rakyat kami terus dibunuh, wilayah Gaza menyusut, dan bantuan terus menghadapi hambatan yang jelas-jelas merupakan pelanggaran Israel," kata Abbas dalam pidato yang disampaikan atas nama dirinya oleh Pengamat Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.
Baca juga: Dukungan untuk Palestina Tak Boleh Luntur, BRICS Suarakan Tekanan Global
Pidato tersebut disampaikan dalam acara PBB di New York yang menandai peringatan 78 tahun "Nakba" Palestina, yakni pengusiran massal warga Palestina setelah berdirinya negara Israel pada 1948, yang diperingati setiap tanggal 15 Mei.
Dalam pidatonya, Abbas mengatakan jajaran pemimpin Palestina sedang bekerja dengan para mediator dan mitra untuk bergerak menuju fase kedua perjanjian gencatan senjata guna memulai upaya pemulihan dan rekonstruksi.
Dia menyampaikan kembali visi Palestina tentang satu negara, satu pemerintahan, satu hukum, dan satu senjata, dan menekankan perlunya penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.
Baca juga: BRICS Desak Gencatan Senjata Segera dan Tanpa Syarat di Gaza
Warga Palestina menuduh Israel menciptakan kembali Nakba melalui perang di Gaza, yang menurut mereka telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, menyebabkan kerusakan besar pada bangunan tempat tinggal, dan menghambat pekerjaan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA).
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

