Logo Header Antaranews Riau

Menuju Persatuan Palestina, Hamas Ajak Fatah Susun Strategi Bersama

Jumat, 15 Mei 2026 11:19 WIB
Image Print
Warga Palestina antre mendapatkan makanan hangat saat dibagikan di kamp Nuseirat, Deir al Balah, Palestina, Senin (13/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Moiz Salhi/nym.)

Moskow (ANTARA) - Gerakan Palestina Hamas pada Kamis (14/5) menyerukan gerakan Fatah untuk mengadakan pertemuan guna menyusun strategi nasional Palestina bersama, menurut pernyataan yang diperoleh RIA Novosti.

"Kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di gerakan Fatah untuk mengadakan pertemuan langsung, setelah berakhirnya konferensi mereka saat ini, untuk menyepakati strategi nasional terkait seluruh isu yang menjadi perhatian rakyat kami," bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga: PBB: Warga Gaza Strip Makin Membutuhkan Dukungan Konseling Psikologis

Hamas mengatakan sudah saatnya mengatasi perbedaan internal di antara faksi-faksi Palestina.

"Saat ini, kami memerlukan konsensus nasional internal agar dapat menghadapi tantangan dan bahaya yang kami hadapi," tambah gerakan Palestina tersebut.

Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Juru bicara Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa tentara Israel telah melanggar gencatan senjata tersebut hingga ratusan kali.

Sejak perang meletus antara Hamas dan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 170.000 lainnya terluka. Menurut perkiraan Israel, sedikitnya 1.200 warga Israel juga meninggal dunia.

Baca juga: PBB Desak Israel Buka Akses Pemindahan Limbah Berbahaya dari Gaza

Berbagai organisasi regional dan internasional memperkirakan rekonstruksi wilayah Gaza yang hancur akan memerlukan setidaknya satu dekade serta dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1.230 triliun).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026