Logo Header Antaranews Riau

Pekanbaru langsung uji swab 10 orang reaktif saat rapid test massal Tenayan Raya

Minggu, 31 Mei 2020 08:54 WIB
Image Print
Alat rapid test. (ANTARA)

 Pekanbaru (ANTARA) - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru M Amin mengatakan 10 warga Tenayan Raya yang reaktif saat ikut rapid test massal Sabtu (30/5), langsung dirujuk ke Rumah Sakit penanganan COVID-19, guna dilakukan uji swab lendir tenggorokan.

M Amin di Pekanbaru, Ahad, mengatakan Pemkot Pekanbaru memang terus menggilir pelaksanaan rapid test massal di zona merah COVID-19.

"Selesai di Tampan beberapa waktu lalu, Tenayan Raya adalah wilayah kedua tertinggi kasus COVID-19, maka kita gelar rapid test massal," kata M Amin.

Tujuannya adalah ingin mengetahui lebih dini gejala COVID-19 di masyarakat sehingga bisa segera dilakukan penanganan bagi orang yang dinyatakan positif atau reaktif agar kemungkinan sembuh lebih besar. Itu juga cara untuk cepat dan tepat dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 di masyarakat.

Dia mengatakan rapid test massal di Tenayan yang dimulai Sabtu (30/5) ada di dua lokasi, yakni Kantor Camat Tenayan Raya dan Rusunawa Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya.

"Yang di Kantor Camat Tenayan Raya,129 warga yang mengikuti tes, hasilnya ditemukan dua reaktif. Yang di Rusunawa Kelurahan Bambu Kuning, dari 149 orang yang diperiksa, delapan orang reaktif.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menghadiri rapid test masal dan penyemprotan disinfektan di Tenayan Raya yang merupakan zona merah COVID-19.

"Insyaallah kegiatan serupa juga akan dilakukan di dua kecamatan Iainnya yakni di Bukit Raya pada 2 Juni 2020 dan Kecamatan Marpoyan Damai pada 4 Juni 2020," kata Ayat Cahyadi.

Total alat rapid test yang akan dilakukan sebanyak 500 buah, dan 8.000 liter cairan disinfektan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.


Baca juga: Diskes Pekanbaru temukan 10 warga reaktif usai rapid test massal

Baca juga: Puluhan wartawan peliput COVID-19 di Pekanbaru rapid test, begini hasilnya




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026