Disdagprin salurkan 10.332 paket sembako murah di Kecamatan Mandau

id Pemkab Bengkalis,bengkalis

Disdagprin salurkan  10.332  paket sembako murah di Kecamatan Mandau

Penyaluran Paket Sembako pasar murah oleh Kepala Disdagprin Bengkalis Indra Gunawan dan jajaran di kecamatan mandau

Bengkalis (ANTARA) - Untuk membantu masyarakat yang terdampak ekonomi dari pandemi Covid-19, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis salurkan sebanyak 10.332 paket sembako di Kecamatan Mandau.

Kegiatan yang dimulai dari Kecamatan Bengkalis itu dibuka langsung oleh Kepala Disdagprin Kabupaten Bengkalis Indra Gunawan dan sudah menyalurkan 44.192 paket sembako pada kegiatan pasar murah di 11 Kecamatan.

“Alhamdulillah pasar murah tahap pertama ini sudah selesai kita laksanakan dan untuk Kecamatan Mandau sebanyak 10.332 paket, ujar Indra, Kamis (21/5).

Dikatakannya, rincian penyaluran yang sudah dilakukan di Kecamatan Bengkalis sebanyak 7.200 paket sembako, Kecamatan Bantan sebanyak 4700 paket, Kecamatan Bukit Batu sebanyak 2500 paket.

Selanjutnya Kecamatan Bandar laksamana sebanyak1091 paket, Kecamatan Siak kecil sebanyak 2700 paket, Kecamatan Rupat sebanyak 3300 paket, Kecamatan Rupat Utara sebanyak 1618 paket, Kecamatan Bathin Solapan sebanyak 4264 paket, Kecamatan Mandau sebanyak 10332 paket, kecamatan Pinggir sebanyak 4391 paket dan Kecamatan Tualang Mandau sebanyak 2096 paket.

Jumlah paket untuk penerima yang akan disiapkan oleh Disdagperin merupakan data yang disampaikan oleh pemerintah desa atau kelurahan. Secara menyeluruh jumlah penerima kegiatan pasar murah di Kabupaten Bengkalis sebanyak 44.192 kepala keluarga (KK), masing–masing KK mendapat satu paket sembako.

Dikatakan Indra, Data penerima tersebut sepenuhnya tanggung jawab dari pihak kelurahan atau desa masing-masing. Karena mereka yang menentukan siapa penerima bantuan pasar murah ini.

Sementara bagi penerima bantuan pasar murah juga berkewajiban menebus sebesar Rp50.000 yang dikumpulkan atau secara teknisnya diserahkan kepada desa atau kelurahan tempat warga tersebut berdomisili.

"Harga Rp50.000 tersebut sudah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, karena harga riil dari paket tersebut mencapai Rp200.000 per paket," ungkap Indra.

Selain itu, Penerima Paket Pasar Murah harus memiliki kriteria antara lain penghasilannya harus di bawah dua juta rupiah dan tidak menerima bantuan non tunai dari Dinas Sosial. Bisa saja yang menerima perangkat desa yang gajinya tidak sampai dua juta, kemudian UKM terdampak, pekerja yang kehilangan pekerjaan, ODP dan PDP Covid 19, penjaga masjid dan lainnya yang terdampak.

Dijelaskan Indra, penyaluran pasar murah dampak COVID-19 ini akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama Mei 2020, tahap selanjutnya sebulan ke depan dan seterusnya.

”Pasar murah ini akan dijalankan dalam 3 tahap atau selama tiga bulan, mulai dari bulan Mei, Juni dan Juli. Untuk setiap paketnya berisi beras 10 kg, dua liter minyak goreng dan gula pasir 2 kg,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Indra, penyaluran paket sembako Covid-19 dari Disdagprin dan pihak ketiga hanya sampai di kantor kelurahan dan desa.

"Kita harap protokol kesehatan diterapkan pihak desa dan kelurahan social distancing dan phisical Distancing dalam membagi paket sembako tersebut tidak boleh berkelompok atau berdesakan," harap Indra Gunawan.

Baca juga: Saat PSBB, 55 TKI Bengkalis dari Malaysia dijemput pakai kapal Pemkab dari Meranti

Baca juga: Penerapan PSBB belum optimal di Bengkalis. Ini alasannya


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar