Wow, Omzet BUMD Rumah Pangan Madani Pekanbaru capai Rp1 miliar

id rumah pangan,rumah pangan madani

Wow, Omzet BUMD Rumah Pangan Madani Pekanbaru capai Rp1 miliar

Ilustrasi - Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog di Pasar Kejambon, Tegal, Jawa Tengah.(ANTARA/Oky Lukmansyah)

Pekanbaru (ANTARA) - Direktur PT Sarana Pangan Madani (SPM), Adi Putra Daulay mengatakan keberadaan Rumah Pangan Madani (RPM) yang dikelola BUMD bidang pangan, sejak Oktober 2018 itu kini sudah mengantongi omset Rp1 miliar lebih.

"Mencermati omset sebesar miliaran rupiah itu, BUMD ini siap bekerjasama dengan RPM di kelurahan dan mitra terkait lainnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga," kata Adi Putra Daulay dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, untuk penyertaan modal awal BUMD ini tercatat hanya sebesar Rp200 juta, dan terus berkembangnya RPM maka seluruh kebutuhan pangan masyarakat optimistis bisa terpenuhi.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan masyarakat Kota Pekanbaru selama ini masih bergantung pada pasokan pangan dari luar kota, karena pasokan bahan pangan di Kota Pekanbaru hanya bisa memenuhi 20 persen kebutuhan masyarakat.

Kendati 80 persen pasokan bahan pangan kebutuhan warga Pekanbaru, masih berasal dari luar daerah, namun demikian pemerintah kota terus berupaya menjaga pasokan pangan untuk masyarakat.

"Oleh karena itu keberadaan PT. SPM sebagai BUMD Pangan dengan mengoperasionalkan Rumah Pangan Madani (RPM) di areal Pasar Lima Puluh, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, diyakini dapat menjaga pangan di Kota Pekanbaru," katanya.

Sedangkan RPM menyediakan sejumlah bahan pangan, beras, telur, mie instan, saos, daging hingga tepung guna mempermudah akses komoditi pangan bagi masyarakat.

Ia mengatakan, RPM juga sudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak untuk memperkuat jaringan distribusi bahan pangan. RPM juga menyebar di kecamatan hingga kelurahan di Kota Pekanbaru dan warga makin mudah memperoleh akses bahan pangan dengan harga terjangkau.***1***T.F011

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar