Pentas seni dan budaya menjaga keharmonisan di Riau Kompleks

id RAPP,Riau kompleks,pt rapp,riau,pelalawan,kertas,budaya,seni

Pentas seni dan budaya menjaga keharmonisan di Riau Kompleks

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) konsisten menggelar Pekan Seni Budaya (PSB), kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak 2014 silam. Wagubri, Edy Natar membuka PSB 2019 di Lapangan Merdeka

Pangkalan Kerinci (ANTARA) - Seni dan budaya menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Eksistensi kesenian tradisi akan tetap terjaga apabila terus dipromosikan keberadaannya. Kegiatan Pekan Seni Budaya bisa menjadi peluang besar untuk memperkenalkan berbagai macam budaya yang ada kepada generasi muda.

Hal inilah yang membuat PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) konsisten menggelar Pekan Seni Budaya (PSB), kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2014 silam. Tahun 2019 ini PSB mengangkat tema "Dengan Pentas Seni dan Budaya Mari Menjaga Keharmonisan di Riau Kompleks".

Meskipun hujan deras peserta antusias ikuti pawai budaya. Ratusan peserta berbalut kostum tradisional dari berbagai 11 paguyuban diantaranya Ikatan Keluarga Melayu Riau (IKMR), Ikatan Keluarga Minang Riau Kompelks (IKM-RK), Ikatan Keluarga Asal Batak Toba (IKABA), Ikatan Keluarga Nias (IKN), Ikatan Keluarga Asal Sumatera Selatan (IKASS), Persatuan Tunggal Warga (PUNGGAWA), Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa), Himpunan Keluarga Muslim Asal Tapanuli (HIKMAT), MERGASILIMA, PANDAN WANGI, Ikatan Keluarga Tiong Hoa (IKT).

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengatakan kegiatan PSB di RAPP ini memperlihatkan keberagaman dan kemajemukan Indonesia.

"Seni budaya dari berbagai daerah begitu mempesona, menarik perhatian kita semua," ujar Edy.

Edy menilai Riau Kompleks RAPP memiliki masyarakat yang bijaksana dalam menyikapi perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, dan dapat membangun semangat keagamaan dan nasionalisme. Walaupun hidup berdampingan dalam perbedaan, warga sadar bahwa bersatu dalam multikulturalisme ‘Bhinneka Tunggal Ika’, berbeda tapi tetap satu, yaitu bangsa Indonesia.

Selama sepekan, para pengunjung dimanjakan dengan beragam atraksi seni budaya daerah. Mengisyaratkan bahwa perbedaan tersebut dapat disatukan.

Direktur RAPP, Mhd Ali Shabri, mengatakan bahwa PSB ini manifestasi Pancasila sebagai titik temu yang dapat mempersatukan keberagaman di Indonesia baik suku, etnis, agama dan daerah.

"Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prinsip yang dipegang teguh oleh perusahaan, baik untuk masyarakat (community), negara (country), iklim (climate), pelanggan (costumer) dan perusahaan (company)," ujar Ali.

Ikatan Keluarga Melayu Riau (IKMR) Juara Umum

Juri dari Dewan Kesenian Pelalawan mengumumkan IKMR berhasil meraih Juara Umum PSB 2019. Penilaiannya berdasarkan tiga kategori, di antaranya pawai budaya, kreasi stand dan pentas seni.

IKMR mengakat budaya Kuansing dalam pameran dan pawai. Mereka menampilkan keelokan pengantin di Kuansing berjalan bersama beriringan.

PSB Riau Kompleks ini menjadi ajang untuk memperkenalkan, mengingat budaya nenek moyang, dan guna memotivasi masyarakat untuk lebih mengenal seni dan budaya daerah melayu.(adv)
peserta pawai budaya berbalum kostum tradisional dari paguyuban HIKMAT
penari ikatan keluarga minang riau kompleks (IKMR-RK) tampil memukau dengan menampilkan kesenian tari piring
Ketua Harian IKMR, Deni Firdaus menerima hadiah Juara Umum Pekan Seni Budaya (PSB) 2019 dari Direktur RAPP, MHD Ali Shabri
Antusias Paguyuban PUNGGAWA dalam pawai budaya PSB 2019
Kemeriahan pawai budaya dalam acara PSB 2019 yang diikuti dari Paguyuban IKASS
Wagubri, Edy Natar mengunjungi stand Paguyuban IKABA di Pekan Seni Budaya (PSB) 2019
Penampilan pentas Seni dari Paguyuban Pandan Wangi
Penampilan pentas seni dari Paguyuban Mergasilima
Paguyuban IKN dalam Pawai Budaya menampilkan budaya adat pernikahan
Paguyuban IKT menampilkan pawai budaya dengan tema "A Journey to the West" yang diangkat dari cerita fiksi budaya Tiong Hoa
Penampilan pentas seni dari Paguyuban PERMASA

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar