Karhutla Riau - Begini kisah prajurit padamkan Karhutla di Inhil

id Karhutla Riau, TNI , Kodim 0314/Inhil, kabut asap,riau berasap

Karhutla Riau - Begini kisah prajurit padamkan Karhutla di Inhil

Petugas pemadam Karhutla di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu, (15/09). (ANTARA/Adriah)

Mulai dari menenggak air kopi yang sudah setengah basi hingga memakan mi instan dua bungkus untuk berlima
Tembilahan (ANTARA) - Raut wajah lelah dan letihtersirat di wajah sekelompok orang yang sedang istirahat di sela-sela kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu, (15/9).

Mereka adalah Prajurit TNIyang berasal dari satuan Komando Distrilk Militer (Kodim) 0314/Inhil dan Yon Arhanud 13 serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil yang sedang melaksanakan tugas memadamkan api Karhutla yang tak kunjung padam.

Tak hanya didera rasa lelah dan letih, para petugas ini juga rela meninggalkan keluarganya demi pengabdian kepada masyarakat agar tak semakin lama terdampak asap karhutla.

Merekasetiap hari berjibaku memadamkan api yang masih mengeluarkan asap tebal dan pekat di lahan gambut yang kedalamannya mencapai dua meter lebih.

Sesekali, merekaistirahat secara bergantian agar kegiatan pemadaman tidak terputus. Setiap hari mereka juga merasakan pedih dan pekatnya asap serta panasnya sengatan api karhutla yang kadang begitu dekat dengan tubuh mereka.

Baca juga: SDM unggul dan kabut asap. Mampukah?

Di sela-sela istirahat, Pasi Log Kodim 0314/Inhil Kapten Inf Riswanto menuturkan banyak suka duka yang dialaminya bersama petugas lainnya dalam perjuangan memadamkan api karhutla, mulai dari menenggak air kopi yang sudah setengah basi hingga memakan mi instan dua bungkus untuk berlima orang bahkan lebih. Begitu pula dengan kebutuhan lainnya seperti air minum.

“Kita di sini sama, tidak ada membedakan TNI, Polri atau siapa. Di sini kita senasib seperjuangan dengan satu tujuan ‘Api harus padam dan asap harus hilang’,” ucap KaptenRiswanto.

Tidak hanya itu, diadan petugas lainnya harus berjuang menahan rasa haus dan lapar ketika perbekalan mereka sudah semakin menipis. Padahal upaya pemadaman tetap berlangsung hingga malam tiba.

"Tapi rasa lapar, letih dan lelah saya seolah hilang melihat anggota semuanya tetap semangat 45 dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di lapangan," tuturnya.

Lokasi titik api yang secara umum berada sangat jauh dari pemukiman, ini membuat petugas kesulitan dalam menjalankan tugas. Meski demikian, dia tetap berharap api yang disebabkan karhutla cepat teratasi sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasanya begitu pula dengan TNI yang bisa kembali menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sehari-hari.

"Kita juga berharap kepada pemerintah agar berusaha mencari solusi atas masalah ini sehingga tidak menjadi masalah yang sama di tahun berikutnya," harapnya.

Baca juga: Karhutla Riau - Selamat datang di Bumi Asap Kuning!

Baca juga: Karhutla Riau - Gubernur Riau akan tinjau kembali ijin perkebunan


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar