358 titik panas merubung di pulau Sumatera, Riau mendominasi

id titik panas sumatera,titik panas riau,karhutla riau,kebakaran hutan lahan,berita riau antara,berita riau terbaru

Arsip Foto. Api membakar semak belukar di lahan gambut di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (22/8/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 358 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan pada Senin pagi terdeteksi di wilayah Pulau Sumateramenurut dataBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG Stasiun Pekanbaru, data satelit Terra Aqua pukul 06.00 WIB menunjukkan titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumaterapaling banyak ada di wilayah Provinsi Riau dengan 150 titik disusul Provinsi Jambi dengan 103 titikdan Sumatera Selatan dengan 67 titik.

Baca juga: 584 titik panas indikasi Karhutla "kepung" Sumatera, Riau terbanyak

Titik panas juga terdeteksi di wilayahLampung (12), Bangka Belitung (dua), serta masing-masing satu titik diSumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Di Riau, titik panas paling banyak ada di daerah pesisir seperti Kabupaten Rokan Hilir (49), Bengkalis (25), dan Kepulauan Meranti (16). Titik panas juga terdeteksi di Indragiri Hilir (tiga), Kabupaten Pelalawan(30), Indragiri Hulu (13), Kampar(dua), serta masing-masing satu di Kuansing dan Siak.

Dari 150 titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau, 107 di antaranya merupakan titik api dengan sebaran meliputi wilayah RokanHilir (37), Pelalawan(23), Bengkalis (21), Meranti (13), IndragiriHulu (sembilan), IndragiriHilir (tiga), dan Kuansing(satu).

Pada akhir Agustus kebakaran hutan dan lahan sudah mereda bersama turunnya hujan di Riau.

Wakil Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla RiauEdwar Sangermenyatakan jumlah titik panas Riau kembali meningkat sejak 1 September, ketika satelit mendeteksi 179 titik panas di wilayah provinsi itu.

Pada 1 September, kabut asap kembali meliputi wilayah Riau sepertiPekanbaru, Dumai, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam kategori sedang hingga berbahaya.

Warga Kota Pekanbaru pada Senin pagi sebagian juga mencium bau asap yang menyelimuti kota. "Subuh tadi ketika buka pintu sudah tercium bau asap dari luar," kata Uluan(45), seorang warga Pekanbaru.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karhutla yang terjadi di Riau sejak Januari 2019 sudah mencakup area seluas 30 ribu hektare.

Baca juga: BNPB: Kualitas udara Riau membaik meski masih ada titik panas

Baca juga: 24 titik panas di Siak, ini lokasi kebakarannya


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar