2.664 hewan kurban disembelih di Siak, meningkat 2,81 persen

id idul adha, kurban, idul adha siak

2.664 hewan kurban disembelih di Siak, meningkat 2,81 persen

Kegiatan kurban di salah satu tempat di Kabupaten Siak. (Foto Antaranews/Bayu AA)

Siak, Riau (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak menyampaikan adanya peningkatan jumlah hewan kurban sebanyak 2,81 persen dibanding tahun sebelumnya berdasarkan data pantauan sementara di wilayah setempat.

"Data kurban hingga Senin (12/08) pukul 13.00 WIB peningkatan baru mencapai 2,81 persen dibanding tahun 2018," kata Kepala Diskannak SiakSusilawati di Siak, Senin.

Pada data tersebut disampaikannya bahwa jumlah hewan kurban di Siak adalah sebanyak 2.664 ekor. Kurban tersebut terdiri dari 1.886 sapi, 732 kambing, dan 66 kerbau.

Sementara pada tahun lalu jumlah hewan kurban di Siak yakni sebanyak 2591 ekor terdiri dari 1906 sapi, 586 kambing, dan 99 kerbau. Peningkatan hewan kurban ini diperkirakan masih akan terus terjadi karena masih ada pihak yang belum melakukan kegiatan tersebut.

Hal itu seperti di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak yang rencananya akan melakukan penyembelihan kurban Selasa (13/08). Penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan paling lama tiga hari sesudah Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/08).

Berdasarkan data sementara hewan kurban tersebut, Kecamatan Tualang masih menjadi yang terbanyak. Jumlahnya 615 ekor terdiri dari 526 sapi dan 89 kambing. Sedangkan yang paling sedikit ada di Kecamatan Pusako yang hanya kurban sebanyak 27 ekor sapi dan 12 kambing.

Kepala Seksi kesehatan hewan dan Veteriner serta pengawasan obat hewan, Zuhriansyah menambahkan bahwa asal hewan kurban dikatakannya bahwa kemungkinan 70 persen berasal dari luar Riau terutama dari Lampung. Sedangkan 30 persennya diperkirakan merupakan hewan lokal di Riau termasuk juga dari Kabupaten Siak sendiri.

"Sapi itu banyaknya dari Lampung, Kambing dan Kerbau dari Sumatera Barat. Kalau yang dari lokal Riau kemungkinan dari Pelalawan, dari Siak ada juga tapi tidak banyak," ungkapnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar