Waspada, Sop tunjang legendaris di perbatasan Inhu dan Inhil

id sop tunjang inhu, kuliner riau

Waspada, Sop tunjang legendaris di perbatasan Inhu dan Inhil

Warga sedang menikmati sop tulang warung Dwi. (dok Antarariau/19)

Inderagiri Hulu (ANTARA) - Jika anda warga Riau dan merupakan seorang petualang sejati, pasti mengenal warung sop tunjang yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Di desa yang berada di jalur utama tersebut memang banyak disinggahi pengguna kendaraan baik dari Pekanbaru menunju Kabupaten Indragiri Hilir atau ke Provinsi Jambi.

Keberadaan warung tersebut dianggap tepat mengingat kendaraan akan akan melintas di situ tidak jauh-jauh dari jam makan siang.

Adalah warung makan Dwi yang menyediakan sop tunjang, sop tulang dan sop ayam yang berada di Desa Sidomulyo.
Warung sop tunjang Dwi (dok Antarariau/19)


Warung tersebut sebenarnya tidak tepat berdiri di pinggir jalan Lintas Timur tersebut. Warung yang dikelola Pak Boiman tersebut berada menjorok ke jalan kecil sekitar 100 meter dari jalan utama.

Namun, pemberitaan dari mulut ke mulut membuat warung tersebut gurih di telinga pengguna jalan atau bagi sopir travel yang sudah mengenal luar dalam rasa berbagai sop di warung yang berdiri pada era 90-an tersebut.

Uluan Manurung, warga Kota Pekanbaru yang kebetulan berkunjung ke Tembilahan direkomendasikan untuk makan siang dan istirahat di warung tersebut. Seorang kerabatnya yang merekomendasikan rumah makan tersebut, entah rasanya yang enak atau tempatnya yang representatif. Silahkan coba sendiri. Dan rasanya bisa ditebak dari banyaknya orang yang mampir.

Boiman, pemilik rumah makan tersebut mengaku tidak mengetahui jumlah porsi yang habis dalam sehari, meski pada saat itu terlihat 50-an orang sedang makan di warung yang berada tidak jauh dari Bandara Japura tersebut.

Pria yang juga seorang kakek ini hanya menggambarkan setiap harinya dia menghabiskan daging ayam sebanyak 10 kg dan tulang sapi berkisar 40-50 kg.
Sop tunjang Dwi (dok Antarariau/19)


Untuk satu porsi sop ayam atau sop tulang daging lengkap dengan nasi dan sambal kacang goreng dipatok dengan Rp30 ribu. Sedangkan seporsi sop tunjang dibanderol seharga Rp40 ribu.

Sesuatu yang menambah nikmat saat bersantap di warung Dwi adalah sambal kacang yang dicampur ikan teri. Uniknya, kacangnya masih utuh, tidak diuleg. Rasanya renyah dan gurih. Serasa sangat nikmat bila dipadu nasi hangat dan disegarkan dengan es jeruk sebagai pelepas dahaga.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar