Hmmm, Dua jam usai peluit panjang, delapan akun twitter Barcelona membisu

id barcelona,liverpool,liga champions

Hmmm, Dua jam usai peluit panjang, delapan akun twitter Barcelona membisu

Reaksi megabintang Barcelona Lionel Messi seusai timnya menelan kekalahan 0-4 dari Liverpool dalam laga kedua Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa (7/5/2019) setempat, dan membuat mereka gagal ke final karena kalah agregat 3-4. (ANTARA/REUTERS/Phil Noble)

Jakarta (ANTARA) - Delapan dari sembilan akun media sosial twitterresmi milik Barcelona membisu sekira dua jam berlalu setelah klub raksasa Spanyol itu dipermalukan Liverpool 0-4 dalam laga kedua semifinal Liga Champions di Anfield, Rabu dini hari WIB.

Ketujuh akun ragam bahasa itu berakhir menampilkan cuitan terakhir yang serupa yakni hasil skor akhir beserta skor agregat yang menempatkan Liverpool lolos ke final Liga Champions.

Cuitan terakhir ketujuh akun resmi dalam bahasa Inggris, Spanyol, Katalunya, Portugal, Jepang, Indonesia dan Arab itu tercatat pada kisaran sebelum pukul 4.00 WIB.

Satu-satunya akun resmi Barcelona yang mencuit lagi setelah cuitan hasil akhir adalah yang berbahasa Turki.

"Selamat Liverpool," cuit akun Barcelona Turki, @fcbarcelona_tr, yang mengutip cuitan lain dari akun twitter resmi Liverpool.

Padahal, di pertengahan babak pertama, akun utama Barcelona, @fcbarcelona, masih mencuitkan ucapan semangat sembari menggoda pengikutnya ketika timnya masih tertinggal 0-1 akibat gol pembuka Divock Origi untuk Liverpool.

"Kita mencetak gol, Liverpool butuh LIMA - dan tentu kita akan bisa mencetak setidaknya satu gol.. bukan?" demikian cuit akun tersebut.

Nyatanya, akun-akun twitter resmi Barcelona kemudian lebih banyak mencuitkan gol-gol para pemain Liverpool ke gawang Marc-Andre ter Stegen ketimbang sebaliknya.

Hingga akhirnya cuitan penutup berupa skor akhir yang memampangkan kekalahan mereka di Anfield.

Baca juga: Kata Valverde, Barcelona terkejut

Baca juga: Liverpool lunasi defisit tiga gol dari Barcelona demi menjejaki final
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar