1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks

id RAPP,kantong darah,riau,berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,PMI,donor darah 2019

Direktur RAPP, Mhd Ali Shabri meninjau pelaksanaan KDD ke-57, Sabtu (23/3)

Pangkalan Kerinci, Riau (ANTARA) - Membantu sesama tidak hanya dengan materi saja, tetapi juga bisa dalam bentuk lain, seperti darah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Siak, Alfredri saat berkunjung pada kegiatan Keluarga Donor Darah (KDD) yang ke- 57 Riau Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Sabtu (23/3/2019) di Unigrahq Hotel, Pangkalan Kerinci.

"Belum ada perusahaan dan karyawannya seantusias ini dalam mengikuti kegiatan sosial, mendonorkan darah untuk yang membutuhkan. Jiwa sosial di sini tinggi," tuturnya.

Baca juga: IWARA RAPP bagikan ratusan paket semboko kepada Kaum Dhuafa di Kuansing

Kegiatan yang bertema 'Give Blood Give Life' ini berhasil mengumpulkan 1.071 kantong darah dari karyawan RAPP, warga Riau Kompleks dan warga Pangkalan Kerinci.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru, dr. Dian Singgih mengatakan pihaknya setiap bulan membutuhkan 7.000 kantong darah. Jadi, lanjut Dian, KDD ke-57 ini sangat membantu PMI Pekanbaru.

"Ketersediaan stok darah dibantu oleh karyawan RAPP yang setiap 3 bulan sekali mengadakan kegiatan donor darah," terangnya.

Direktur RAPP, Mhd Ali Shabri mengatakan kegiatan donor darah ini merupakan wujud kebersamaan tolong menolong yang ditunjukkan karyawan RAPP.

"Kita mendonorkan darah untuk yang membutuhkan, tidak perlu harus dari suku yang sama, agama yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kita saling bahu membahu dalam menolong sesama. Selakm itu membantu stok darah di bulan Ramadan nanti," ujar Ali.

Ketua KDD Riau Kompleks, Nurul Azmi mengatakan sejak tahun 2005 hingga saat ini, jumlah darah yang terkumpul saat ini hampir mencapak 4 juta cc. (Rls)

Baca juga: Bupati Siak ajak warga Siak dukung keberadaan investasi

Baca juga: Warga Gunung Toar korban banjir peroleh bantuan


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar