Satgas karhutla sebar 20 ton garam modifikasi cuaca

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, karhutla, karhutla 2019, karhutla riau,modififikasi cuaca,tebar garam

Arsip foto. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) memeriksa kesiapan Pesawat Cassa 212 TNI AU yang digunakan untuk teknologi modifikasi cuaca penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (4/3/2019). Operasi modifikasi cuaca menggunakan menggunakan teknologi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sudah menyiapkan 17 ton garam untuk menyemai awan guna menghasilkan hujan buatan untuk membantu proses pemadaman Karhutla di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Komandan satuan tugas (Dansatgas) udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau, Marsekal TNI Ronny Irianto Moningka menyatakan operasi hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca telah menghabiskan 20 ton garam sejak dilakukan sepanjang tiga pekan terakhir.

"Sudah sekitar 20 ton garam kita semai ke awan potensial untuk hujan buatan," kata Ronny di Pekanbaru, Kamis (21/3).

Dia menjelaskan operasi hujan buatan dengan menggunakan pesawat Cassa 212 milik TNI AU yang menyasar awan potensial melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru akan terus berlangsung selama siaga darurat Karhutla Riau.

Baca juga: Sejumlah daerah sudah hujan, Titik Panas indikasi Karhutla di Riau turun drastis

Dia memastikan persediaan garam hingga saat ini masih sangat cukup untuk operasi TMC. Satgas Karhutla siap menambah persediaan garam selama dibutuhkan.

Operasi TMC dilakukan sejak awal Maret 2019 ini. Operasi itu berlangsung ketika Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto selesai meninjau lokasi Karhutla di Riau akhir Februari 2019. Saat itu, Hadi menuturkan TNI AU mengirim peralatan dan personel untuk membantu mengatasi Karhutla di wilayah itu. Selain pesawat Cassa, TNI AU juga mengerahkan Helikopter serta 100 prajurit Kostrad, yang hingga kini berjibaku melakukan penanggulangan Karhutla di Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Lebih jauh, Ronny mengatakan kegiatan pengeboman air atau water bombing dengan menggunakan helikopter milik TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pihak swasta terus dilangsungkan.

Sejatinya, Satgas Udara Karhutla Riau diperkuat 11 armada udara, termasuk helikopter di dalamnya. Namun, Ronny mengatakan saat ini hanya ada dua helikopter yang siaga dan siap untuk dimanfaatkan. Keduanya adalah helikopter jenis MI-8 dan Bell 412. Sementara helikopter lainnya dalam masa pemeliharaan rutin.

"Water bombing tetap kita dukung dengan helikopter yang ada. Sekarang ada dua, kita maksimalkan yang ada tersebut," tuturnya.

Water bombing ke titik api yang ada mengedepankan skala prioritas. Terutama ke titik api yang sudah cukup besar dan berpotensi meluas.

Ronny menuturkan, jika unit water bombing lebih banyak, maka akan lebih efektif untuk disebar ke titik api yang lain.

"Teman-teman di Satuan Darat, Manggala Agni, BPBD setempat, sudah kewalahan. Untuk itu kita bantu dari atas (water bombing)," sebutnya.

Baca juga: Akibat Jerebu Karhutla pekat, 46 calon penumpang batal terbang di Bandara Dumai

Baca juga: BPBD Riau sudah 26 kali modifikasi cuaca untuk padamkan Karhutla


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar