Satgas Karhutla Riau ajak masyarakat shalat Istisqa meminta hujan

id karhutla adalah,karhutla 2019,karhutla riau,berita riau terkini,BPBD Riau,berita riau antara,berita hari ini,shalat istisqa,karhutla

Satgas Karhutla Riau ajak masyarakat shalat Istisqa meminta hujan

Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit milik rakyat akibat cuaca panas terjadi di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Gurun Panjang Dumai yang luasnya diperkirakan mencapai puluhan hektar. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.

Pekanbaru (ANTARA) - Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) mengimbau kepala daerah terutama di wilayah pesisir Provinsi Riau dapat mengajak masyarakat bersama-sama menggelar shalat Istisqa atau shalat meminta hujan.

"Mari sama-sama minta kepada Allah dengan sholat Istisqa. Hanya kepada Allah kita kembali dan memohon," kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Edwar menjelaskan saat ini cuaca kering ekstrim melanda sebagian wilayah Riau, terutama bagian pesisir. Cuaca panas disertai angin kencang dan hujan sangat minim membuat lahan yang mayoritas gambut di wilayah pesisir menjadi kering dan mudah terbakar.

Baca juga: Vidio - Karhutla di Pulau Rupat membara lagi, puluhan hektare kebun warga terbakar

Seorang anggota polisi meloncat berusaha menghindari lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Makmur, kecamatan Medang Kampai, Dumai. Riau. Sabtu (16/3/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala besar kembali terjadi di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Timur yang mengalami kekeringan akibat cuaca panas dan diperkirakan kebakaran akan semakin luas terjadi bila hujan tidak turun pada akhir pekan ini. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/aww.)


Untuk itu, Edwar mengimbai kepada Bupati dan Walikota serta tokoh-tokoh agama untuk dapat menggelar sholat Istisqa bersama-sama. Baik dilakukan di masjid maupun di lapangan.

"Saya imbau marilah sama-sama kita bermunajat. Pak Bupati Walikota, tokoh agama masyarakat, sama-sama menggelar sholat Istisqa. Terutama di daerah pesisir yang panas sekali dan angin kencang saat ini," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 40 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Senin.

Baca juga: Polisi selidiki Karhutla Riau di konsesi perusahaan sawit di Pelalawan

Kepulan asap pekat muncul dari lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Makmur kecamatan Medang Kampai, Dumai. Riau. Sabtu (16/3/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala besar kembali terjadi di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Timur yang mengalami kekeringan akibat cuaca panas dan diperkirakan kebakaran akan semakin luas terjadi bila hujan tidak turun pada akhir pekan ini. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/aww.)


Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanya dengan total 13 titik. Siak 10 titik, Dumai lima titik, Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing empat titik, Indragiri Hilir dua titik dan Kampar serta Inhu satu titik.

Dari 40 titik panas tersebut, 23 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Delapan titik api yang terdeteksi melalui pencitraan satelit Terra dan Aqua terdapat di Bengkalis, Dumai empat titik api, Siak tujuh titik, Rokan Hilir tiga titik dan Kampar satu titik.

BPBD Riau menyatakan luas lahan yang terbakar di wilayah itu mencapai lebih dari 1.800 hektare sepanjang 2019 ini. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam kunjungannya ke Riau medio pekan ini menginstruksikan untuk lebih tegas dalam penegakan hukum pelaku pembakar lahan, termasuk korporasi yang diduga terlibat didalamnya.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri perintahkan tindak tegas korporasi terlibat Karhutla!
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar