Setelah tiga prajurit gugur, DPR minta TNI operasi ofensisf tumpas KKB

id TNI gugur,KKB Papua,Ketua DPR

Ilustrasi - Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Insiden penyerangan dan penembakan ini terjadi pada 2 Desember 2018 lalu (Jeremias Rahadat)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo minta TNI perlu melakukan operasi yang lebih ofensif dalam menumpas gerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua dan sekitarnya, setelah tiga prajurit TNI tewas pada Kamis (7/3).

"Setelah tewas sejumlah prajurit TNI dan warga sipil, diperlukan respons yang lebih tegas dan terukur. Karena itu, operasi yang lebih ofensif tampaknya sangat diperlukan untuk menumpas gerakan KKB di Nduga dan sekitarnya," kata Bambang, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KKB Papua tembak warga di Mulia

Bambang berbelasungkawa atas meninggal tiga prajurit TNI dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3).

Menurut dia, untuk menjaga moral seluruh prajurit yang bertugas di Nduga, pemerintah dan TNI harus mengeskalasi kekuatan atau penambahan pasukan di Nduga.

"Dengan kekuatan yang lebih memadai, saya juga mendorong dilakukan eskalasi operasi," ujarnya lagi.

Bambang menilai dari kronologi peristiwa kontak senjata pada Kamis (7/3), terkesan kekuatan KKB tidak bisa dianggap remeh karena masih mampu memberi perlawanan dan mengganggu proses evakuasi ketika helikopter yang akan mengangkut prajurit TNI yang gugur masih ditembaki KKB.

Selain itu, menurut dia, kemampuan KKB membawa lari jenazah rekan mereka yang tewas, juga membuktikan kekuatan KKB yaitu memiliki markas dan tempat-tempat persembunyian di Nduga.

"Operasi yang lebih ofensif diperlukan untuk menjangkau dan menemukan tempat-tempat persembunyian KKB," katanya pula.

Dia mengatakan, selain memperkuat moral prajurit TNI, operasi yang lebih ofensif secara tidak langsung akan meningkatkan aspek pengamanan proses pembangunan infrastruktur di Nduga.

Menurut dia, pembangunan di Papua hendaknya tidak boleh dihambat gerakan KKB.

Selain itu, dia menilai, penghormatan kepada ketiga prajurit yang tewas harus dilakukan negara melalui TNI dan memberi penghargaan serta apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca juga: Kapolda Papua Benarkan Adanya Penyanderaan Karyawan Freeport Oleh KKB

Baca juga: Selain 5 Luka Tertembak, Prajurit Tni juga Disandera Kelompok Sipil Bersenjata di Papua?

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar