5 Alasan Kenapa Kamu Harus Sambangi Rumah Gege

id 5 alasan kenapa kamu harus sambangi rumah gege

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Sambangi Rumah Gege

Pekanbaru (Antarariau.com) - Tidak sulit untuk menemukan "Rumah Gege" karena menjadi satu-satunya kafe yang berdiri di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru. Rangkaian lampu yang membentuk nama brand tempat itu membuatnya semakin mudah untuk dilihat karena menyala terang pada malam hari.

Rumah Gege sebenarnya bukan pemain baru di bisnis kuliner di Kota Pekanbaru. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari keberadaan Rumah Gege sebelumnya, karena ketika buka pada pagi hari, tempat itu benar-benar tertutup oleh banyaknya mobil-mobil yang polisi yang parkir di Jl. Gajah Mada. Kondisi itu tidak bisa dihindari karena posisi mereka berada di tengah-tengah antara Mapolda Riau dan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

Namun, kali ini usaha itu seperti terlahir kembali atau reborn dengan semangat yang baru. Manajer Rumah Gege, Edho, mengatakan kafe itu kini hadir dengan konsep yang berbeda.

"Sebelumnya kita fokus pada menu sarapan, jadi buka dari pagi sampai sore. Sekarang kita lebih ke konsep kafe, jadi buka pada sore sampai malam hari," kata Edho saat grand opening Rumah Gege pada Minggu (3/6).

Berikut ini ada lima (5) alasan kenapa tempat ini layak kita kunjungi.

1. Lokasi, Lokasi, Lokasi

Tidak bisa dipungkiri, Rumah Gege berada benar-benar di pusat Kota Pekanbaru, yakni di Jl Gajah Mada yang menjadi sentral pemerintahan. Dengan jam operasional tiap hari mulai pukul 16.00 hingga 01.00 WIB, tempat ini layak untuk dikunjungi saat jam kantor usai. Keuntungan lokasi di pusat kota membuatnya cocok sebagai tempat "meeting point".

2. Atmosfer Rumah

Rumah Gege menawarkan suasana kafe dalam bentuk rumah. Mereka tetap mempertahankan konstruksi rumah tua yang sudah berdiri puluhan tahun sehingga membuatnya cukup unik. Tidak bisa dipungkiri hal itu adalah cara yang cerdas yang membentuk karakter Rumah Gege. Tinggal bagaimana nanti pengelolanya harus pintar mendesain interiornya supaya membuat pengunjung betah.

"Ini dulu rumah pejabat, kita tidak ubah tetap berbentuk rumah. Atmosfernya terasa seperti rumah, makanya dinamakan Rumah Gege," kata Edho

3. Kuliner Khas

Setiap kafe layak dikunjungi apabila memiliki makanan yang khas di menunya. Untuk hal ini, pengelola Rumah Gege menawarkan menu andalan bernama ayam tumis rempah.

"Banyak ayam tumis, tapi kita bikin varian dengan dicampur rempah ala masakan Aceh. Jadi lebih terasa seratnya dan rasanya khas," kata Edho.

Selain itu, di dalam menu juga ada makanan lainnya yang bisa dicoba seperti mie aceh hingga roti bakar.

Menu andalan lainnya adalah kopi khusus yang diberi nama Kopi Segan. Minuman ini mirip seperti kopi sanger, yakni kopi aceh yang dicampur susu dan tanpa gula. Minuman ini jadi ikon di Rumah Gege.

"Mirip seperti kopi sanger, namun sedikit ada penambahan rasa jadi lebih khas," ujarnya.

4. Harga Bersahabat

Edho mengatakan Rumah Gege awalnya dibuat sebagai tempat berkumpul komunitas-komunitas, khususnya penyuka motor. Karena itu, untuk urusan harga, tempat itu bisa dikatakan sangat bersahabat dengan "kantong" anak-anak muda.

"Kita sudah beruntung punya lokasi di tengah kota, tapi yang penting ini buat teman-teman, jadi harnya kita pikirin teman," kata Edho.

Meski jadi tempat nongkrong komunitas motor, bukan berarti tempat itu jadi menyeramkan. Perkumpulan motor yang ada di sana seakan sudah menjadi keluarga dengan pengelola Rumah Gege. Semakin sering datang, akan semakin sering dapat diskon.

"Yang datang kita anggap sebagai keluarga, bukan lagi tamu. Kota sudah tandai beberapa orang yang sering datang kita kasih diskon karena sudah jadi keluarga," kata Edho.

Ke depannya nanti, Rumah Gege akan akan punya program kartu komunitas sehingga pemegangnya bisa mendapat banyak keuntungan seperti diskon dan voucher belanja.

5. Fasilitas

Rumah Gege juga menyediakan dua ruang VIP, mushala, dan free Wifi. Jadi, buat yang ingin mengunjungi tempat ini sambil bekerja, fasilitas yang ada sudah cukup mumpuni.

Sementara itu, untuk parkir, di pelatarannya bisa muat sampai 20 mobil. Pengunjung juga bisa memarkir kendaraan di tepi Jalan Gajah Mada.
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar