Plt Gubri Hadiri PIN Posyandu Maharatu, Warga Keluhkan Kondisi Gedung

id plt gubri, hadiri pin, posyandu maharatu, warga keluhkan, kondisi gedung

Plt Gubri Hadiri PIN Posyandu Maharatu, Warga Keluhkan Kondisi Gedung

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Warga Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Provinsi Riau mengeluhkan kondisi gedung Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Gelatik dalam Pekan Imunisasi Nasional yang dihadiri oleh Pelaksa Tugas Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Kepala Dinas Kota Pekanbaru Jumat pagi.

Ketua Posyandu, Hana Gustini menyampaikan keluhan warga terkait gedung yang sudah tua. Selain itu terdapat juga kebocoran di berbagai tempat dan kekurangan fasilitas pendukung.

Menanggapi keluhan warga tersebut Arsyadjuliandi Rachman menegaskan pihaknya dan dinas kesehatan telah meninjau kondisi posyandu tersebut dan memang perlu rehabilitasi. Upaya perbaikan akan dibantu sesuai dengan prosedurnya.

"Memang kalau kita lihat beberapa tempat harus direhab. Jadi saya menyampaikan karena kebetulan ada Pak Camat dan Lurah ya diusulkan ke musrembang kalau ke provinsi. Ya diusulkan ke kota dulu baru ke provinsi. Insya Allah tahun ini akan dibantu," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan posyandu merupakan pelayanan primer dari segi kesehatan yang harus ditingkatkan pelayanan serta SDMnya.

"Kegiatan di posyandu ini mepermudah akses masyarakat dalam memperoleh pelayan kesehatan dasar/sosial dasar untuk meminimalisasi angka kematian ibu dan angka kematian bayi," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut Arsyadjuliandi Rachman melakukan serangkaian kegiatan dimana balita diimunisasi dengan vaksin polio.

Pemberian imunisasi dilakukan dua kali masing-masing dua tetes dalam selang waktu satu bulan. Pemberian imunisasi polio secara rutin mempercepat pemutusan siklus kehidupan polio liar.

"Pekan imunisasi polio dilakukan secara nasional," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyampaikan usulan perbaikan posyandu akan kami terima sesuai dengan prosedur, kemudian di tinjau dan baru di tindaklanjuti.

Oleh Diana Syafni