Pekanbaru, (Antarariau.com) - Legislator Komisi E DPRD Riau menyatakan pembangunan gedung bedah central di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang anggarannya Rp101 miliar bisa gagal terealisasi pada 2015 ini jika perencanaan dan pengawasannya dilakukan dengan cara-cara lama.
"Saya berharap ini tidak gagal, tapi kalau pada Maret belum ditenderkan dan menunggu surat sana sini dulu, kemudian pemenang baru ada di Juni. Ini takkan sempurna kalau masih cara lama digunakan," kata Anggota Komisi E DPRD Riau Muhammad Adil di Pekanbaru, Selasa.
Oleh karena itu, kata dia, jika belum sempurna perencanaannya, RSUD agar jangan membeberkan anggaran terlebih dahulu. Menurut dia jika cara lama dalam membangun suatu fasilitas, uangnya hanya akan habis di perencanaan dan pengawasan.
"Kalau cara lama, Rp101 miliar ini bisa habis tiga tahun hanya dipengawasan," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Fraksinya Nasdem Hanura akan membuat pandangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2015. Dijelaskannya bahwa ini bukan hanya sekedar gertak, tapi demi kesehatan masyarakat Riau.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Anwar Beth mengatakan Gedung Bedah Central sangat mendesak untuk dibangun.
Bangunan itu akan berperan untuk ruang inap operasi pasien yang saat ini antriannya bisa tiga sampai empat bulan.
"Saya akan ke Jakarta hari ini untuk mengurus surat hibah dari pusat ke daerah. Kalau suratnya sudah keluar dari Kementrian Kesehatan, tinggal tender saja," ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa awalnya gedung tersebut dibangun oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak. Akan tetapi karena kebutuhan mendesak, RSUD meminta agar didanai oleh Pemerintah Provinsi Riau.
Meskipun begitu, pembangunan sempat terbengkalai selama tahun 2014 sampai saat ini karena menunggu transisi hibah tersebut. Selain proses administrasi, juga dilakukan audit terhadap gedung itu.