Kebun Binatang Kasang Kulim Pekanbaru diserbu warga saat lebaran

id kebuhbinatang,kasang,kulim

Kebun Binatang Kasang Kulim Pekanbaru diserbu warga saat lebaran

Tempat wisata Kebun Binatang Kasang Kulim di serbu warga saat lebaran ke-3, Pekanbaru, Kamis (3/4/2024).ANTARA/Vera Lusiana. (vera lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Hari lebaran ke- 3 Kebun Binatang Kasang Kulim, Pekanbaru, Riau macet total, ribuan kendaraan baik roda dua maupun empat masuk akses jalan yang difungsikan satu jalur oleh pengelola.

Bagi yang datangnya kesiangan atau di atas pukul 12.00 WIB pasti kewalahan untuk mendapatkan parkiran, bahkan mereka rela parkir jauh demi mengunjungi lokasi yang tidak berapa jauh dari kota tersebut.

Rata-rata yang datang ke sana membawa rombongan keluarga sambil bertamasya dengan makan bersama di Bawah rimbunnya pepohonan sepertinya cara murah dan meriah untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga di momen lebaran kali ini.

Anisa (35) tahun mengaku area ini di pilih selain tempatnya tidak jauh dari kota hanya 30 menit, juga bisa memberikan edukasi bagi anak-anak karena terdapat sejumlah binatang yang belum pernah dijumpai mereka di dunia nyata.

"Alamnya sejuk banyak pepohonan, dan anak-anak bisa menyaksikan berbagai macam binatang," kata dia di Pekanbaru, Kamis.

Ujang pengunjung lainnya asal Kampar mengaku membawa anak-anaknya dan keluarga orangtua ke Kebun Binatang Kasang Kulim untuk berwisata. Sambil bersilahturahmi bareng keluarga adiknya, mereka menggunakan truk yang bak nya di tutup terpal agar tidak kehujanan dan panas.

"Kami membawa aneka makanan dan minuman serta tikar alas duduk di Bawah rimbunan pohon,anak-anak bisa berkeliling sambal menyaksikan binatang, ada aneka burung, kera dan lainnya," terang dia.

Salah Andie satu petugas kebersihan Kebun Kasang Kulim yang dijumpai sedang patroli menggunakan sepeda listrik mengaku memang kunjungan ke tempat wisata alam tersebut membludak selama lebaran 2025.

"Saat moment lebaran seperti ini dan hari keagamaan lainnya jumlah pengunjung naik 3 kali lipat, bahkan yang sekarang ini lebih lagi," katanya.

Hal tersebut terangnya udah diantisipasi pengelola dengan tetap menempatkan puluhan petugas pemantau baik keselamatan pengunjung, binatang,parkiran, dan kebersihan lingkungan.

Menurutnya alam yang sejuk dan rimbun pepohonan tersebut menjadikan pengunjung nyaman untuk bersantai bareng keluarga, ditambah adanya keunikan binatang yang lucu dan unik, seperti ular piton yang berukuran puluhan meter, kuda nil, buaya, beruang, bahkan gajah yang bisa dinaiki untuk keliling alam.

"Kami terus keliling memantau kondisi pengunjung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Pantauan antara di lapangan, lokasi wisata Kebun Binatang Kasang Kulim ini mematok tiket masuk Rp30.000 untuk satu orang dewasa, Rp20.000 untuk satu anak-anak dan biaya parkir kendaraan roda empat Rp10.000.

Di dalam kebun warga bisa berkeliling menikmati puluhan binatang liar dan unik yang sudah di kerangkeng dengan aman dan nyaman bagi pengunjung serta binatang itu sendiri.

Pengunjung tidak dibenarkan memberikan makanan dan minuman apapun kepada binatang yang di kerangkeng , bahkan ada wilayah tertentu yang dibuat pembatas berlapis agar anak-anak tidak bisa menjangkau binatang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk jenis orang hutan dan siamang serta beruang pengelola menempatkan petugas yang memantau pengunjung agar tidak terlalu dekat dan menghindari hal-hal yang tidak diharapkan terjadi.

Kera berbulu kuning emas menjadi salah satu lokasi yang ramai dikerumuni pengunjung, tingkah nya yang kocak dan langka ini menjadi perhatian.

Tempat kera betina berusia 35 tahun di balik kerangkeng bereaksi seolah tahu ada yang memperhatikan. Sesekali sang kera mengusap wajahnya, mempermainkan hidungnya dan bahkan menjuntaikan kaki dan tangannya di kerangkeng besi yang memiliki kerapatan sesuai ukuran tangan anak kecil tersebut.

Kera ini berjumlah 3 ekor ditempatkan pada satu jeruji yang di beri pembatas, satu ekor sedang kondisi hamil tua, sedangkan sang pejantan di kurung di bagian belakangnya dikarenakan agak sedikit aktif jika berjumpa dengan manusia.

Dalam pantauan sang kera juga mengerti untuk kebersihan di pojok ruangan tersedia sebuah bak kecil berisi air, saat itu kera membuang hajat lalu membersihkan dengan air, binatang-binatang ini memang diajarkan oleh pawangnya untuk berperilaku bersih dan tertib.

"Lucu ya, kera ini ternyata juga bisa teratur dan tidak sembarangan buang hajat," celetuk seorang pengunjung sambal mengabadikan momen tersebut.