Garuda, Lion Air dan Citilink ajukan tambah penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru

id Bandara SSK II Pekanbaru

Garuda, Lion Air dan Citilink  ajukan tambah penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru

Aktivitas penumpang baru baru ini saat transit di Bandara Hang Nadim Batam untuk menuju rute perbangan berikut ke Bandara SSK II Pekanbaru dan sejumlah daerah tujuan lain. ANTARA/Frislidia.

Pekanbaru (ANTARA) - Tiga maskapai penerbangan mengajukan penambahan penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri 2024 karena permintaan meningkat.

"Kami apresiasi permintaan penambahan penerbangan itu yakni Garuda menambah rute terbang ke Cengkareng, Lion Air tujuan Jakarta, Medan,dan Batam serta Citilink dengan rute Medan dan Batam," kata Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Radityo Ari Purwoko kepada media di Pekanbaru, Senin.

Menurut dia, penambahan penerbangan ini diyakini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik. Selain itu juga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Idul Fitri 2024.

Karena itu katanya pihaknya menjamin arus mudik Idul Fitri dalam kondisi aman dan nyaman dan pihaknya berupaya mengakomodir seluruh kebutuhan penerbangan.

"Perkiraan trafik penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru pada puncak arus mudik terjadi pada H-5 Idul Fitri mencapai 96 kali penerbangan dengan jumlah penumpang 12.307 orang dan H+ 2 penerbangan dengan jumlah penumpang 12.111 orang," katanya.

Ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-5 dan arus balik pada H+4. Sedangkan total penerbangan arus mudik dan arus balik diprediksi 6.000 sampai 7.000 kali penerbangan, dan puncak bisa 12.000 kali penerbangan lebih. Sedangkan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 126.000 orang.

Seorang warga Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Lidya mengeluhkan penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Bandara SSK II Pekanbaru harus transit di Hang Nadim Batam. .

"Jika membawa penumpang lansia, dan anak-anak jelas melelahkan. Selain itu harga tiket juga menjadi mahal, kita pun harus transit yang seharusnya bisa langsung. Ini selain merugikan penumpang lansia dan anak anak juga tidak mendukung percepatan pemulihan ekonomi antara Riau dan Sumbar," katanya.

Katanya lagi jika rute Padang-Pekanbaru bisa dilalui tanpa transit di Batam, arus penumpang dan barang lebih cepat dan pertumbuhan ekonomi makin cepat berkembang.

Bandara SSK II Pekanbaru dan BIM Padang, Sumbar, sama sama berstatus bandara internasional yang seharusnya pesawat bisa melalui rute langsung antara kedua provinsi itu.

"Untuk apa transit pula ke Hang Nadim jika kita terbang dari Pekanbaru ke Padang atau sebaliknya. Animo masyarakat untuk terbang dari Pekanbaru ke Padang dan sebaliknya cukup besar. Sementara dari Pekanbaru ke Batam bisa langsung terbang tanpa harus menjalani transit," katanya.