Kepala BP2MI soroti peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia beberapa tahun terakhir

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Pekerja Migran Indonesia

Kepala BP2MI soroti peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia beberapa tahun terakhir

Percepat Penempatan PMI Tertunda Akibat Covid-19, BP2MI Segera Integrasikan SISKOP2MI dengan KTA BNI (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengemukakan terjadi peningkatan drastis penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) prosedural dalam tiga tahun terakhir dan didominasi generasi muda salah satunya dampak dari sosialisasi masif.

"Di era saya, sosialisasi dilakukan secara masif dan langsung menembus jantung-jantung wilayah provinsi di seluruh Indonesia. Trennya sekarang bergeser tidak hanya Jawa, yang tetap masih dominan, tapi juga anak-anak muda di seluruh wilayah Tanah Air mendaftarkan diri untuk bekerja ke luar negeri," kata Kepala BP2MI dalam podcast bersama ANTARA diikuti langsung di Jakarta, Senin.

Sosialisasi yang masif itu juga memberikan dampak, semakin banyak masyarakat yang mengetahui terbukanya peluang kerja di luar negeri untuk para tenaga kerja Indonesia, terutama yang memiliki kompetensi kerja.

Benny secara khusus menyoroti tren anak muda dengan kompetensi yang mengikuti proses penempatan PMI di luar negeri mengisi berbagai sektor pekerjaan.

Menurut data BP2MI, penempatan PMI pada 2021 mencapai 72.624 orang. Jumlah itu meningkat menjadi 200.802 pekerja Indonesia yang ditempatkan pada 2022 dan kembali naik pada 2023, menjadi 274.965 orang melalui berbagai skema penempatan.

Pada 2023, juga terjadi peningkatan pekerja sektor formal sebesar 32 persen, dari 115.985 penempatan pada 2022 menjadi 152.760 penempatan. Sektor formal, yaitu pekerja memiliki kompetensi khusus, juga mendominasi PMI yang ditempatkan di luar negeri pada tahun lalu, yaitu 56 persen dari total yang berangkat bekerja.

Faktor sosialisasi dan pelayanan yang lebih baik, kata Benny, juga berpengaruh terhadap peningkatan pendaftar untuk penempatan pekerja dengan skema kerja sama antar pemerintah atau G-to-G.

"Contoh Korea, dengan sosialisasi yang masif, dengan perlakuan kita membuat cara-cara yang lebih menghormati PMI, memuliakan mereka, terjadi tren yang sangat positif," ujar Benny.

Berdasarkan data BP2MI terkait penempatan ke Korea Selatan lewat skema G-to-G pada 2021, terdapat 174 penempatan, naik menjadi 11.570 penempatan pada 2023.

Baca juga: Sekarang anak TKI tak lagi harus jadi TKI

Baca juga: Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan fasilitasi pemulangan 145 PMI di Malaysia