Gol tunggal Messias amankan kemenangan AC Milan atas adiknya AC Monza

id liga italia,ac milan,monza

Gol tunggal Messias amankan kemenangan AC Milan atas adiknya AC Monza

Penyerang AC Milan Junior Messias (kanan) merayakan gol yang dicetaknya bersama gelandang Sandro Tonali, pada pertandingan Liga Italia melawan Monza yang dimainkan di Stadion Brianteo, Monza, Minggu (19/2/2023) dini hari WIB. (ANTARA/AFP/MARCO BERTORELLO)

Jakarta (ANTARA) -

Gol semata wayang yang diukir pemain Brazil Messias sudah cukup untuk mengamankan kemenangan tipis 1-0 AC Milan atas AC Monza, pada pertandingan giornata ke-23 Liga Italia yang dimainkan di Stadio Brianteo, Monza, Minggu dini hari WIB.

Kemenangan ini untuk sementara membawa Rossoneri menduduki peringkat ketiga sambil mengoleksi poin yang sama dengan tetangganya, Inter Milan, dengan 44 poin. Namun Inter yang baru akan bermain melawan Udinese belakangan tetap berada di peringkat kedua karena unggul selisih gol. Sedangkan Monza tetap berada di posisi kesepuluh dengan 29 poin.

Tuan rumah sempat mengancam pada fase awal pertandingan, ketika Patrick Ciurria menguji kiper Ciprian Tatarusanu. Milan balas menekan melalui sepakan jarak jauh Rafael Leao yang masih belum tepat sasaran.

Kiper Monza Michele Di Gregorio harus melakukan penyelamatan ganda untuk mempertahankan gawangnya. Pertama dari sepakan mendatar Rafael Leao, kemudian dari bola pantul yang disambar Brahim Diaz.

Ketangguhan Di Gregorio akhirnya mencapai batasnya pada menit ke-31. Bola sapuan tidak sempurna pemain Monza dikuasai oleh Junior Messias di tepi kotak penalti, dan pemain Brazil itu melepaskan tembakan keras kaki kiri untuk melesak masuk ke gawang Monza.

Monza tampil lebih baik setelah turun minum. Andrea Petagna melepaskan tembakan yang mengarah lurus ke kiper Tatarusanu, dan Samuele Birindelli mendapat kartu kuning karena dianggap berpura-pura terjatuh, meski ia sempat bertubrukan dengan Theo Hernandez.

Hernandez semestinya dapat menggandakan keunggulan Milan saat timnya melancarkan serangan balik, yang diakhiri dengan sepakan melebar sang pemain Prancis. Setelah itu Hernandez kembali memiliki peluang bagus yang dikirimi umpan terobosan oleh Rade Krunic, namun Patrick Ciurria mampu memblok arah pergerakannya.

Tuan rumah mencoba menggempur habis-habisan pertahanan lawannya. Ciurria melepaskan sepakan yang mengenai tiang gawang Milan, membentur punggung Tatarusanu, namun kembali keluar. Milan lantas mencoba merespon dengan sejumlah serangan berbahaya dari Olivier Giroud dan Sandro Tonali, tetapi sampai peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah.



Bologna semakin benamkan Sampdoria

Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, Bologna semakin membenamkan Sampdoria di zona degradasi, setelah memukul tuan rumah dengan kemenangan 2-1.

Rossoblu kini naik ke posisi ketujuh dengan koleksi 32 poin setelah pertandingan di Genoa, sedangkan Sampdoria terpuruk di posisi ke-18 dengan 11 poin setelah menelan kekalahan ke-16nya di liga musim ini.

Bologna membuka keunggulan pada menit ke-27. Dari situasi tendangan sudut, bola yang sempat disapu kemudian disambar Roberto Soriano yang melesak keras ke sudut gawang Sampdoria. Sempat dilakukan tinjauan VAR untuk melihat posisi Musa Barrow, namun meski sang pemain berada dalam posisi offside, ia tidak berada di posisi yang berada dalam jalur bola.

Sampdoria yang berjuang keras lolos dari ancaman degradasi baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Pelanggaran Jhon Lucimi terhadap Manolo Gabbiadini di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Eksekusi dilakukan dengan sempurna oleh pemain pengganti Sampdoria abdelhamid Sabiri, yang juga merupakan sepakan pertamanya di laga ini.

Beberapa saat kemudian, Alessandro Zanoli menusuk di sisi kanan dan ia dilanggar oleh Jose Sosa. Wasit kembali menunjuk titik pulih untuk Sampdoria. Sayangnya kali ini sepakan Sabiri dapat diantisipasi kiper Lukasz Skorupski.

Petaka untuk Sampdoria bertambah pada menit ke-90. Riccardo Orsolini mematahkan perangkap offside dan berlari lebih cepat dari Nicola Murru di sisi kanan, ia kemudian bergerak memotong dan melepaskan sepakan kaki kiri dari sudut sulit, yang bersarang ke gawang Emil Audero.