NATO: Pengiriman senjata ke Ukraina merupakan cara untuk menuju negosiasi damai

id Berita hari ini, berita iau terbaru, berita riau antara,NATO

NATO: Pengiriman senjata ke Ukraina merupakan cara untuk menuju negosiasi damai

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri) bersama Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada konferensi NATO di Madrid, Spanyol, Kamis (30/06/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Yves Herman/aww/RST)

London (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pengiriman lebih banyak senjata ke Ukraina merupakan satu-satunya cara untuk menuju negosiasi damai dengan Rusia.

Menurut Stoltenberg, fokus NATO saat ini adalah memberikan dukungan kepada Ukraina, memastikan Kiev bisa memenangi perang sebagai negara demokratis yang berdaulat dan mandiri di Eropa.

Perang di Ukraina kemungkinan besar akan berakhir di meja perundingan, dan apa yang terjadi di sana sangat bergantung pada kekuatan di medang perang, kata Stoltenberg.

"Jika kita ingin merundingkan solusi damai atas perang yang terjadi di Ukraina, kita perlu memberikan dukungan militer kepada Ukraina. Itulah satu-satunya cara," kata Stoltenberg dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (18/1).

Meski terdengar seperti paradoks, Stoltenberg menyakini bahwa senjata merupakan jalan menuju perundingan perdamaian.

“Satu-satunya cara untuk mencapai kesepakatan damai yang dirundingkan adalah dengan meyakinkan Presiden Putin bahwa dia tidak akan menang di medan perang. Dia harus duduk dan bernegosiasi," ujarnya.

Pemimpin NATO itu juga menyatakan bahwa aliansi pertahanan tersebut akan memasok persenjataan yang lebih berat ke Ukraina.

"Sangat penting agar Presiden Putin tidak memenangi perang ini. Sebab, (kekalahan) tidak hanya akan menjadi tragedi bagi warga Ukraina, tetapi juga akan sangat membahayakan kita semua," ucap dia.

Kemenangan Rusia, kata dia, akan menjadi contoh bagi negara-negara otoriter lainnya untuk melakukan langkah serupa karena mereka percaya bahwa "ketika mereka menggunakan kekuatan brutal, melanggar hukum internasional, mereka bisa mencapai yang mereka inginkan".

Baca juga: Rusia tidak akan hentikan perang meski Ukraina tidak bergabung dengan NATO

Baca juga: NATO gelar pertemuan, bahas pengiriman tambahan pasokan senjata ke Ukraina


Sumber: Anadolu