Balai Kemenperin kembangkan teknologi untuk percepat produksi garam

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,garam

Balai Kemenperin kembangkan teknologi untuk percepat produksi garam

Ilustrasi - petani garam (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Jakarta (ANTARA) - Salah satu unit kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrianyakni Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh berpartisipasi dalam pengembangan garam di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh, dengan menggunakan sistem semprot.

"Teknologi yang di kembangkan ini telah di aplikasikan di dua IKM garam di Provinsi Acehyaitu di UD Milhy Jaya Bireuen dan Koperasi Tunas Usaha Sejahtera Aceh Besar,” kata Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Prinsip kerja dari teknologi tersebut adalah dengan cara menaikkan air garam muda (± 10 0be) menggunakan pompa air yang digerakkan tenaga listrik yang bersumber dari panel surya kebagian atas melalui pipa PVC dan di alirkan kembali ke bawah dalam bentuk pancuran, seperti shower.

Proses itu diulang-ulang terus setiap hari sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Karena ukuran air yang dijatuhkan dalam bentuk butiran kecil, maka proses penguapan air akan lebih efisien.

Selain ituketika butiran air yang di jatuhkan ke bagian atas geo-membran, akan menimbulkan efek pengadukan air garam yang juga berpengaruh langsung terhadap percepatan laju penguapan air.

Mahlinda selaku Ketua Tim pengembangan teknologi pengolahan garam sistem semprot ini mengatakandalam kondisi cuaca normal dengan adanya teknologi sistem semprot ini tingkat kenaikan baume air garam rata-rata mencapai 2 obe/hari. Sedangkan jika tidak menggunakan teknologi semprot kadar baume hanya naik 1 obe/hari.

"Hal ini dapat memangkas waktu produksi garam sebanyak 50 persen apabila dibandingkan dengan teknologi konvensional tanpa menggunakan sistem semprot,” jelasnya.

Keuntungan lain dari penggunaan teknologi semprot ini adalah ukuran partikel garam yang dihasilkan lebih halus.

Sementara ituKepala BSPJI Banda Aceh Fathullah mengapresiasi adanya kegiatan pendampingan untuk optimalisasi teknologi yang tepat guna dan kedepannya berharap dapat terus mengaplikasikan teknologi tersebut guna meningkatkan daya saing IKM industri garam baik lokal maupun nasional.

"Kami berkomitmen untuk dapat memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik kepada pelaku industri terutama sektor IKM,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah genjot pengembangan pabrik garam industri untuk kurangi impor

Baca juga: Memaksimalkan penyerapan garam hasil produksi petambak negeri ini