PT RAPP siapkan rumah SIGAP turunkan stunting di Kampar

id Fumah sigal, pt rapp, rapp, tanoto foundation, stunting kampar

PT RAPP siapkan rumah SIGAP turunkan stunting di Kampar

PT RAPP dan Pemda Kampar siapkan rumah anak SIGAP. (ANTARA/dok)

Bangkinang Kota (ANTARA) - Strategi PT RAPP berkolaborasi dengan PemerintahKabupaten Kampar dengan menyiapkan rumah anak Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP) untuk menurunkan angka stunting.

"Rumah Anak Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP) yang kita kenalkan saat ini merupakan salah satu strategi dari PT. RAPP melalui Tanoto Foundation. Ini disiapkan untuk dijadikan pusat layanan pengasuhan dan pembelajaran dini untuk anak usia 0-3 tahun," kata General Manager PT. RAPP Edi pada acara Sosialisasi Program Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting yang ditaja oleh Tanoto Foundation, PT RAPP dan TPPS Kabupaten Kampar di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Selasa.

Rumah Anak SIGAP ini lanjutnya menyasar orang tua dan pengasuh utama sebagai penerima manfaat.

Edi menyampaikan rasa kebanggaannya terhadap perhatian dan keseriusan tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar yang di ketuai oleh Sekda.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi PT RAPP untuk nantinya akan selalu bersama dengan TPPS bergerak menurunkan angka stunting di Kabupaten Kampar," ujarnya.

Kegiatan ini di hadiri oleh Komandan Kodim 0313, Kapolres, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PPKBP3A, Kepala Dinas PUPR,.Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfo,Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Kemudian Kepala Kemenag, GM PT RAPP, Direktur Tanoto Foundation, Ketua Tim Penggerak PKK dan seluruh Tim TPPS Kabupaten Kampar.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampar harus mampu memerangi stunting secara masif.

"Semua lini harus bergerak serempak, peduli dengan status anak stunting kita ingin generasi Kampar adalah generasi yang gemilang," kata Sekda.

Dia menekankan peran masing-masing OPD dalam penanganan stunting khususnya dalam pemenuhan asupan gizi bagi anak dan keluarga beresiko stunting.

Pemenuhan kalori melalui telor dan ikan merupakan peran dinas peternakan dan dinas perikanan, kebutuhan sayuran peran dinas ketahanan pangan dan pengukuran kebutuhan gizi tim ahli dari gizi di damping oleh dinas Kesehatan .

Gerakan audit kasus stunting yang sedang dilaksanakan di 250 desa kelurahan di 21 kecamatan segera disampaikan hasilnya.

"Diskusikan kebutuhan per orang anak stunting untuk selanjutnya Bapak dan Bunda Asuh Stunting kita gerakkan," ujarnya.

Dia mengajak semua pihak marathon membangun komitmen semua pihak, dimulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten, kecamatan, desa, pihak swasta melalui program CSR dan guru serta kepala sekolah.

"Kita harus tuntaskan rencana ini, kita susun tim evaluasi agar hasilnya nanti dapat kita pertanggungjawabkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar menyampaikan komitmennya.

"Kita harus mengatur pola makan keluarga beresiko, dinas ketahanan pangan telah membuat kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dengan memberikan bantuan bibit sayuran, ayam ternak serta tenaga pendamping untuk keberhasilan program tersebut," terangnya.