Deputi BPJS Sumbagteng-Jambi: Patuh bayar premi semua tertolong

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,BPJS Kesehatan

Deputi BPJS Sumbagteng-Jambi: Patuh bayar premi semua tertolong

Deputi BPJS Kesehatan Sumbagteng-Jambi dr. Eddy Sulistijanto Hadie, saat ngopi Bareng Wartawan Forum BPJS Kesehatan di Pekanbaru, Senin (1/11). (ANTARA/Humas BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi)

Pekanbaru (ANTARA) - Deputi BPJS Kesehatan Sumbagteng-Jambi dr. Eddy Sulistijanto Hadie meminta pers di Kota Pekanbaru dan sekitarnya untuk terus mendorong peserta JKN KIS agar patuh membayar premi BPJS Kesehatan.

"Jika peserta patuh membayar iuran secara rutin, maka status kepesertaan akan aktif, sehingga apabila Peserta JKN-KIS memerlukan layanan kesehatan kapanpun tidak ada kendala atau denda rawat inap," kata Deputi Eddy Sulistijanto Hadie pada acara ngopi bareng bersama pers di Kota Pekanbaru, Senin.

Menurut Eddy, pentingnya pers mendorong peserta agar patuh bayar premi karena dengan demikian peserta juga ikut membantu peserta lain yang sedang memerlukan pelayanan kesehatan karena prinsip program ini adalah gotong royong.

Iuran dari peserta yang sehat, katanya lagi, akan membantu peserta yang sakit, dan iuran dari peserta yang mampu akan ikut membantu peserta lain yang kurang mampu.

"Karenanya keberadaan pers di Pekanbaru, bisa saling bersinergi sebab program ini diadakan semuanya lebih untuk rakyat. Selain itu, teman-teman media juga diharapkan berpartisipasi mendorong warga untuk mendaftarkan kepesertaannya ke JKN-KIS, sebelum sakit," katanya.

Deputi Eddy mengakui kendati BPJS Kesehatan memiliki media sendiri, akan tetapi pihaknya cukup terbantu sebab dengan banyak melibatkan media maka sosialisasi akan masif dan pihak BPJS Kesehatan sendiri bisa membagikan beragam kebijakan ke media untuk mencapai satu tujuan yakni JKN KIS bagi seluruh WNI.

Pada kesempatan itu Deputi Eddy juga memaparkan terkait capai cakupan kepesertaan saat ini sebanyak 4.837.034 jiwa, atau 74,94 persen dari jumlah penduduk Riau sebanyak 6.454.751 jiwa itu.