Miris, bangunan di Tahura SSH di Siak tak terawat

id Bangunan tahura,Tahura siak, tahura sultan syarif hasyim, tahura minas

Miris, bangunan di Tahura SSH di Siak tak terawat

Tampak bangunan di tengah Tahura Siak rusak tidak terawat, Siak, Rabu (5/10/2021). (ANTARA/vera Lusiana)

Siak (ANTARA) - Pertama memasuki kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH) di Minas, Kabupaten Siak, ada suasana segar dan hijau membalut tubuh. Rimbunan pepohonan di antara jurang dan lembah memberikan decak kagum atas ciptaan Tuhan bagi setiap orang yang menelusurinya.

Butuh kurang lebih 40 menit jika hendak tiba di kawasan tersebut dari Pekanbaru, yang katanya masih menyisakan raja hutan.

Namun sayang, saat tiba di titik perhentian yang melupakan pusat aktifitas rasa kecewa mendera, pasalnya sejumlah bangunan yang jadi fasilitas untuk pengunjung berupa aula pertemuan, toilet dan ada juga bangunan di sekitarnya tampak rusak dan tidak terawat. Bahkan tidak berfungsi semestinya.

Lumut tebal tampak menyelimuti dinding bangunan, pecahan pinggiran lantai dan jenjang gedung bertingkat itu pun terlihat jelas.

Atap yang hancur, plafon berbahan sejenis triplek milik bangunan di tengah hutan itu semua runtuh menyisakan kerangka telanjang.

Hotla, Polisi Kehutanan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), yang sehari-hari bertugas menjaga kawasan itu, mengaku bangunan yang ada sejak tiga tahun terakhir tidak pernah dirawat.

"Saya hanya bertugas merawat tanaman dan habitat hutan di sini, kalau bangunan itu bukan tugas kami," Hotla saat ditemui ANTARA di Siak, Rabu.

Ia yang mengaku sudah bertugas lima tahun di Tahura dan prihatin atas rusaknya bangunan yang di bawah pengelolaan Dinas Pemudandan Olahraga tersebut. Selain itu juga ada beberapa kendala yang dialami saat kemarau tanaman di Tahura pada mati akibat keterbatasan alat dan air.

"Kalau musim panas kami tidak bisa memperoleh air yang cukup untuk menyiram tanaman muda terutama yang jauh dari jangkauan, tak terkaver, kami butuh mobil penyiram dan air untuk kawasan sulit terjamah," katanya.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar saat dikonfirmasi mengakui adanya kerusakan gedung yang dulunya sering dijadikan bumi perkemahan tersebut.

"Itu yang tadi baru kami bicarakan dengan DPRD ada Komisi II dan III di sini hadir dan bersama perusahaan SKK Migas, serta Pertamina Hulu Rokan (PHR), bangunan ini akan kita perbaiki kembali," kata Syamsuar.

Dikatakan dia, dulu sudah ada master plan (rencana induk) akan pembangunan ekowisata di Tahurasaat ada PTChevronPacificIndonesia, dan ke depan akan ditindaklanjuti lagi dan diwujudkan lewat koordinasi dengan PT Pertamina Hulu Rokan.

"Ini untuk penyelamatan hutan dan lingkungan serta pengembangan wisata," tukasnya.

Sekedar informasi Tahura merupakan kawasan pelestarian alam yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999 seluas 6.172 Ha. Kawasan Tahura SSH meliputi tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Kampar seluas 3.041,81 Ha, Kabupaten Siak seluas 2.323,33 Ha dan Kota Pekanbaru seluas 806,86 Ha.

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : SK.765/Menhut-II/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang pembentukan KPHP Model Minas Tahura, maka Tahura SSH menjadi bagian dari KPHP Model Minas-Tahura yang wilayah kerjanya seluas 146.734 Ha yang terdiri dari, Hutan Produksi Terbatas (HPT) : 140.562 HA. Tahura Sultan Syarif Hasyim : 6.172 HA.

KPHP Model Minas tahura merupakan suatu kesatuan pengelolaan hutan terkecil sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan lestari. Dengan dibentuknya KPHP Model Minas Tahura ini diharapkan pengelolaan Tahura SSH dapat dilakukan secara lebih intensif, lestari dan sesuai fungsinya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021