Ayah Pesilat Riau Terharu Anaknya Raih Emas

id ayah pesilat, riau terharu, anaknya raih emas

Bangkinang, (antarariau) - Ayah pesilat Dicky Amanda asal Riau, Amrin, terharu ketika anaknya menerima medali emas pada PON XVIII/2012 karena berhasil mengalahkan Hamuddin dari Sulawesi Selatan di Sport Center Bangkinang, Kampar, pertandingan Selasa (18/9).

"Saat pemberian medali emas itu, perasaan saya sebagai ayah terharu dan rasanya cukup puas dan lega melihat anak berprestasi," kata Amrin dihubungi dari Bangkinang, Kampar, Rabu.

Menurut dia, dirinya memberikan dukungan penuh terhadap Dicky bahwa sejak awal pertandingan selalu melihat dari tribun timur Sport Center Bangkinang.

Malahan sejak babak penyisihan awal, katanya, tidak pernah absen melihat dan memberikan dukungan terhadap anak kedelapan dari sembilan bersaudara ketika menghadapi lawan.

Dia menambahkan, bahwa ada semangat yang membara terpatri pada diri Dicky, karena orang tua selalu memberikan dukungan penuh dalam pertandingan pencak silat itu.

Bahkan Amrin ketika pertandingan semifinal dan final membawa istrinya Darliana serta kakak Dicky untuk menonton di Bangkinang.

Menjawab pertanyaan bahwa Gubernur Riau, H. Rusli Zainal selaku Ketua Umum PB PON XVIII/2012 dikabarkan memberikan hadiah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) bagi atlet peraih medali emas PON karena dianggap berprestasi, maka Amrin mengatakan dirinya merasa senang mendengar kabar tersebut.

"Itu merupakan kabar baik bagi atlet karena menjadi PNS adalah jaminan untuk hari tua bagi yang berprestasi," katanya.

Sedangkan pesilat Riau menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu untuk kategori tanding dan seni nomor tunggal.

Peraih medali emas bagi pesilat Riau lainnya disabet oleh Almad Siregar pada kelas F putra setelah menumbangkan pesilat Rahmat Fitroh (Jawa Tengah).

Cabang pencak silat pada PON XVIII mempertandingkan dua kategori yakni tanding dan seni memperebutkan sebanyak 20 medali emas, maka sebanyak 14 emas dari tanding dan selebihnya seni.