Presiden Joko Widodo katakan investasi dan lapangan kerja kunci pertumbuhan ekonomi 2021

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo katakan investasi dan lapangan kerja kunci pertumbuhan ekonomi 2021

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021). (ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan investasi dan penambahan lapangan kerja akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di 2021.

“Kunci growth, pertumbuhan ekonomi kita adalah investasi. Karena tak mungkin kita menambah drastis APBN kita. Artinya kuncinya ada di investasi serta menciptakan peluang kerja yang sebanyak-banyaknya,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Presiden Joko Widodo minta Mendag segera selesaikan perundingan internasional

Oleh karena itu, Presiden Jokowi minta kebijakan perdagangan dapat mengundang aliran masuk investasi. Kebijakan perdagangan juga harus dapat memulihkan sektor-sektor ekonomi yang pada tahun lalu terkontraksi akibat dampak pandemi COVID-19.

"Sektor-sektor mana yang terganggu dan harus diapakan. Apakah diberi insentif, stimulus," ujarnya.

Presiden berharap masuknya investasi juga dapat kembali membuka banyak lapangan kerja. Pada 2020, pandemi COVID-19 telah membuat angka pengangguran di Indonesia mencapai 10 juta orang. Belum lagi, kebutuhan lapangan kerja untuk angkatan kerja baru dari generasi muda.

"Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Karena sudah ada sekarang ini 10 juta pengangguran di negara kita, baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru," ucap Presiden.

Pada tahun ini, Presiden Jokowi menginginkan target pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 5 persen tercapai. Dia mengakui target itu butuh kerja ekstra keras dan terobosan kebijakan. Pada tahun lalu, ekonomi Indonesia terperosok ke level kontraksi minus 2,09 persen.

"Target growth (pertumbuhan) yang ada di APBN sebesar 5 persen itu harus betul-betul tercapai. Tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan optimisme," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Monisyah: Cabut Perpres 10/2021 bukti Presiden Joko Widodo dengar suara rakyat

Baca juga: F-PPP apresiasi keputusan Presiden Joko Widodo batalkan Lampiran III Perpres 10/2021


Pewarta: Indra Arief Pribadi