Target raih sertifikat SNI, Disperin Riau perkuat IKM Kampar

id Riau,disperin riau, berita riau

Target raih sertifikat SNI, Disperin Riau perkuat IKM Kampar

Kepala Disperin Riau Asrizal (kanan) bersama Ketua Forum Wartawan Legislatif DPRD Riau, Hendri Domo. (ANTARA/Diana Syafni)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Perindustrian Provinsi Riau terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada industri kecil menengah (IKM) Pandai Besi Rumbio Jaya yang berada di Desa Terarak, Kabupaten Kampar, Riau.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau Asrizal di Pekanbaru, Jumat, berharap agar IKM Rumbio Jaya ini segera

menerima sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

"Target akhir tahun ini, Rumbio Jaya Steell mendapatkan SNI dari BSN. Mudah-mudahan rekan-rekan IKM berkomitmen menerapkan standar operasional prosedur (SOP) SNI," ucap Asrizal.

Dia menyebut IKM dengan merek Rumbio Jaya Steel berupa produk alat pertanian untuk dodos sawit dan egrek ini juga sudah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM.

"Sudah didaftarkan dengan merek rumbio jaya steel, dan saat ini sudah terdaftar dan menunggu masa sanggah selama enam bulan," ujarnya.

Dia menambahkan sejumlah langkah telah ditempuh untuk memperkuat IKM tersebut. Di antaranya dengan melakukan pelatihan peningkatan kompetensi produk alat pertanian untuk dodos dan eggrek ber-SNIbekerja sama Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional.

"Tak hanya itu, kami juga melakukan revitalisasi mesin dan peralatan berupa hibah dua unit 'air hammer'. Ini juga bantuan dari Kemenperin RI," ucapnya.

Untuk memperoleh SNI, pihaknya juga melakukan uji kekerasan alat ke Balai Besar Industri Logam di Bandung.

"Dan Alhamdulillah telah memenuhi persyaratan, baik bentuk, ukuran panjang dan ketebalan serta kekerasan. Tahap berikutnya akan dilanjutkan ke LSPro untuk mendapatkan sertifikasi SNI," ucapnya.

Tak hanya itu, agar IKM tersebut berkembang. Disperin memfasilitasi untuk melakukan temu bisnis dengan perusahaan perkebunan besar di Riau pada 24 Oktober 2019 mendatang.

"Sementara itu terkait bahan baku sedang dilakukan penjajakan kerjasama dengan PT. Riau Perkasa Steel, untuk mengatasi bahan baku saat ini dari besi bekas," paparnya.

Baca juga: Diskopindag Kuansing Bantu Kembangkan Produk Unggulan 22 UKM ini

Baca juga: Produk UKM binaan Pertamina laris manis di "Sail Nias 2019"


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar