Karhutla Riau - 3.937 warga Dumai sakit ISPA karena dipicu asap Karhutla

id Dinkes dumai, ispa dumai, bpbd dumai,karhutla dumai,berita riau antara,berita riau terbaru

Dinkes Dumai bagikan 14.000 masker akibat maraknya asap (Antaranews)

Dumai (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Dumai menyebut ribuan wargaterdampak kualitas udara tercemar asap kebakaran lahan atau mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), yakni pada Agustus 2019 tercatat sebanyak 3.937 orang.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Dumai Hafidz Permana mengatakan, pendataan jumlah warga dewasa dan anak terserang sakit akibat asap berdasarkan kunjungan di semua fasilitas kesehatan atau puskesmas yang tersebar di tujuh kecamatan daerah ini.

"Pasien sakit pernafasan yang berkunjung ke sepuluh puskesmas pada Agustus 2019 mencapai 3.937 warga, dan sudah ditangani medis dengan baik," kata Hafidz, di Dumai, Kamis.

Memasuki September ini, jumlah kunjungan pasien ISPA sudah mencapai 813 orang, dengan rata rata 150 hingga 200 orang berobat guna mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan ini, Dinkes Dumai sudah menyebarkan 100 ribu masker ke 10 Puskesmas untuk mengantisipasi dampak lebih buruk atau makin banyak orang terganggu kesehatan.

"Seluruh Puskesmas di tujuh kecamatan sudah diarahkan segera menyebar masker, karena kita lihat udara diselimuti asap dan bisa membahayakan kesehatan," sebutnya.

Diketahui bahwa kualitas udara Kota Dumai dalam sebulan terakhir terus dicemari kabut asap atau jerebu sisa pembakaran lahan, terutama di kawasan pinggir dan rawan, seperti di Kecamatan Bukit Kapur dan Medang Kampai, sedang di perkotaan tampak tipis.

Dinkes juga merekomendasikan kondisi tidak baik kualitas udara ini ke dinas pendidikan setempat agar sekolah menyesuaikan proses belajar mengajar anak didik dan tidak terpapar asap.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai Afrilagan menjelaskan, dari prakiraan BMKG info tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau umumnya berkisar antara 0.5-1.0 meter, dan 60 titik panas (Hotspot) di Riau, yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti 2, Pelalawan 1, Rokan Hilir 16, Indragiri Hilir 33 dan Indragiri Hulu 8 hotspot.

"Tim satgas darat karlahut turun di dua lokasi yaitu di Kelurahan Gurun Panjang perbatasan Teluk Makmur dan Bukit Tmah di Jalan Santri, kondisi lapangan api nihil, titik asap menyebar," kata Afrilagan.

Baca juga: Kebakaran lahan muncul di konsesi Chevron di Riau, begini penjelasannya

Baca juga: Waduh, kebun pinang dan jahe di Pekanbaru ludes akibat kebakaran lahan


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar