Wako Firdaus: Guru Pekanbaru harus pintar dan inovatif dalam mengajar

id tanoto foundation,wali kota pekanbaru,guru,berita riau antara,berita riau terbaru

Wako Firdaus: Guru Pekanbaru harus pintar dan inovatif dalam mengajar

Ki-ka Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus S.T., M.T dan direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation berinteraksi dengan siswa dari MIN 1 Pekanbaru dalam demonstrasi penyaringan air menggunakan beragam media penyaringan. (ANTARA/Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT meminta para kepala sekolah dan guru harus pintar dan inovatif dalam mengajar guna menggali potensi siswa di era milenial.

Program pembelajaran inovatif ini juga sesuai dengan kurikulum dasar tahun 2013 (K13) yang ditetapkan pemerintah.

"Mari kita persiapkan anak-anak kita generasi penerus ini menjadi sumber daya yang besar, agar saat Indonesia berusia 100 tahun di 2045 nanti, kita jadi negara hebat," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus pada acara Acara unjuk karya praktik baik program "pintar" oleh Tanoto Foundation di Pekanbaru, Kamis.

Firdaus menjelaskan mulai saat ini, program pembelajaran harus dirubah tidak lagi satu arah dari guru ke murid, tetapi dua arah. Pengajar harus merubah paradikma mengajar agar guru jadi fasilitator untuk menggali potensi diri dari siswa.

"Terutama menimbulkan minat baca, cinta buku karena di sanalah gudang ilmu," ujar Firdaus.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus S.T., M.T. Rektor Universitas Negeri Riau, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Kementerian Agama, semua OPD serta sekolah mitra di kota Pekanbaru.

Lebih jauh Firdaus mengatakan, menyukseskan pendidikan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat.

Maka dengan adanya upaya Tanoto Foundation, Walikota mengapresiasi hasil pelatihan dan pendampingan di sekolah dan madrasah, mitra program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation di Pekanbaru.

"Saya berikan apresiasi kepada program PINTAR Tanoto Foundation dan semua pihak yang telah bekerjasama sehingga mampu memberikan banyak manfaat kepada sekolah," tuturnya.

Ia juga mengaku kagum, dalam setahun kerjasama program PINTAR di sekolah Pekanbaru, telah mampu menghasilkan siswa yang berani tampil dengan berbagai bidang keterampilan, since dan teknologi di hadapan umum.

Walikota juga berpesan agar hal-hal baik yang telah dihasilkan harus ditindaklanjuti dalam bentuk literasi. Budaya baik di sekolah yaitu literasi harus terus dipupuk.

"Seperti yang di sampaikan oleh Pak Stuart tadi. Baca laksanakan lalu tulis. Baca lagi, laksanakan lagi, lalu tulis lagi. Hal tersebut dapat memperkuat dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya mengutip.

Sementara itu Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Stuart Weston juga memberikan apresiasi kepada semua pihak, khususnya Pemkot yang sudah mau bekerjasama.

"Apresiasi saya berikan kepada semua pihak, baik Walikota, Rektor dari LPTK, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, Sekolah dan Madrasah mitra serta semua fasilitator yang telah berusaha keras dan bersemangat meningkatkan kualitas pembelajaran, budaya baca, dan manajemen sekolah di Kota Pekanbaru pada khususnya," ujar Stuart Weston.

Menurutnya unjuk karya ini dilakukan sebagai bagian dari siklus pelatihan, dan pendampingan program kepada Mitra PINTAR. Setelah setahun berjalannya program sekolah dan madrasah mitra, yang awalnya telah didampingi dan dilatih telah memiliki banyak praktik baik dalam pembelajaran. Selanjutnya manajemen berbasis sekolah dan budaya baca, perlu disebarluaskan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat pendidik di Kota Pekanbaru.

"Pameran yang diikuti sekolah mitra ini didedikasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekanbaru yang selaras dengan smart people sebagai salah satu pilar dari program Pekanbaru Smart City Madani," tuturnya lagi.

Perlu diketahui program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama Kota Pekanbaru.

Pada acara ini digelar pameran dan unjuk karya praktik-praktik baik dalam pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya naca pada Kamis, 29 Agustus 2019 di Gedung Gelanggang Remaja Pekanbaru. Acara tersebut dimeriahkan oleh 42 sekolah dan madrasah, LPTK/Universitas Mitra dan lembaga mitra Program PINTAR di Pekanbaru.

Selain itu, mitra dari LPTK yaitu Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim juga ikut berpartisipasi. Selain menampilkan praktik baik sekolah mitra dampingannya bersama dengan PINTAR, mereka juga akan berpartisipasi dengan membawakan Fun Learning for teacher and student, bentuknya berupa game STEM dan permainan interaktif yang menarik dan mendidik.

Salah satu madrasah mitra yaitu MIN 1 Pekanbaru misalnya, mendemonstrasikan tentang penyaringan air, dan juga membawa buku besar hasil kreativitas guru. Selain itu, mereka dengan kreatif membuat media pembelajaran IPS berbentuk peta Indonesia dengan puzzle warna-warni untuk pembelajaran kelas IV.

"Karena kami dari madrasah, kami juga mencoba menerapkan konsep Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi (MIKiR) dari program dalam pembelajaran agama. Ternyata pembelajaran agama bisa di ajarkan dengan pendekatan ini. Anak-anak juga menjadi semangat, senang dan lebih mudah memahami," terang Ibu Fitrismarais, M. Pd kepala MIN 1 Pekanbaru.

Tanoto Foundation sebuah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, atas dasar keyakinan bahwa setiap individu harus mempunyai kesempatan untuk mewujudkan potensinya secara penuh.

Baca juga: Kabut asap Karhutla paksa murid dan guru kenakan masker di Pekanbaru

Baca juga: Tega, oknum guru madrasah ini tega cabuli siswinya
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar