Sejumlah gajah merusak belasan hektare kebun sawit di Aceh Utara

id satwa,gajah, gajah merusak lahan, aceh utara

Petugas konservasi sumber daya alam setempat, melakukan Groundcheck gangguan gajah di Dusun Alue Batee Plang Gampong Alue Dua Kec. Nisam Antara kab. Aceh utara, Rabu (12/6).(Antara/ dok: KSDA wilayah I Lhokseumawe)

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA) - Sekelompok gajah merusak sekitar 15 hektare perkebunan sawit milik masyarakat di Gampong (desa) Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

“Dari pantauan di lapangan gangguan gajah selama ini di wilayah tengah dan barat Aceh Utara terdapat di Dusun Alue Batee Plang, Gampong Alue Dua, Nisam Antara,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) wilayah I Lhokseumawe Dedy Irvansyah di Lhokseumawe, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan kegiatan "groundcheck" gangguan gajah di Dusun Alue Batee Plang Gampong Alue Dua Kec. Nisam Antara, diperkirakan kawanan gajah tersebut antara 20 hingga 25 ekor. Dalam kelompok satwa tersebut, selain terdapat gajah jantan dewasa juga ada anaknya.

“Diperkirakan gajah-gajah tersebut telah berada di kawasan perkebunan warga tersebut sekitar seminggu lebih dan merusak setidaknya 15 hektare kebun milik masyarakat,” ujar Dedy.

Dedy mengatakan, pihaknya juga menjumpai beberapa orang warga di sekitar lokasi gangguan gajah. Menurut warga setempat, kawanan gajah telah melewati sungai menuju ke arah Krueng Capri atau Krueng Bare.

“Dari keterangan yang dihimpun, kawanan gajah sudah menuju ke lokasi lain di daerah Kreung Bare. Menurut informasi dari kepala desa setempat juga, bahwa gangguan gajah terakhir kali terjadi dikawasan tersebut adalah pada tahun 2014 lalu setelah itu tidak alagi dan kembali terjadi dalam sepekan terakhir ini,” katanya.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar