Pegiat Literasi Rokan Hulu Taja Baca Puisi

id Pegiat Literasi, BEdah Buku,Komunitas Literasi,Rumah Baca,Rokan Hulu

Pegiat Literasi dari berbagai rumah baca mengadakan lapak baca gratis di Taman Kota Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau. (istimewa)

Pasir Pengaraian,(Antaranews Riau)-Kembali para pegiat literasi Rokan Hulu melapak baca gratis di Taman Kota Pasir Pengarayan pukul 07. 00-10.00 WIB. Para pegiat literasi ini diramaikan oleh berbagai komunitas literasi seperti Rumah Baca Nugroho, Rumah Baca NiNa, Rumah Baca Syifa, dan FLP Rohul.

Berbeda dengan agenda lapak buka pekan lalu, kali ini pegiat literasi Rokan Hulu menaja Baca Puisi. Tidak tanggung-tanggung, Sekretaris Daerah Rokan Hulu, Abdul Haris, S. Sos, M. Si ikut meramaikan membaca puisi karya Nirma Herlina, salah satu pengarang puisi yang juga pendiri rumah baca NiNa.

Abdul Haris ditemani istri dan anaknya. Putri Sekda Rokan Hulu itupun ikut membaca koleksi buku-buku pegiat Literasi Rokan Hulu. Nirma Herlina sendiri adalah salah satu guru teladan di provinsi Riau. Prestasi yang telah diraihnya tak membuat Norma berhenti berkarya. Prima tidak hanya memberi cerita kosong di depan murid-mueidnya, namun dia memberi teladan langsung dengan melahirkan karya puisi.

Mengapa puisi dipilih sebagai salah satu kegiatan di lapak buku kali ini. Nugroho, aktifis Rumah Baca Nugroho memberi alasan kepada awak media. Menurut Nugroho, puisi adalah salah satu kegiatan sastra yang dapat menjadi jembatan solusi dari berbagai persoalan. Nugroho menerangkan, "ketika dunia dipenuhi dengan kesemrawutan, puisilah yang memperbaikinya. Nugroho menambahkan, "perubahan sosial di banyak sejarah bangsa juga dipengaruhi oleh puisi." terangnya.

Puisi membangun imajinasi. Imajinasi menggerakkan kesadaran menjadi gerakan positif Sastrawan seperti Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, W.S Rendra, Taufik Ismail, Widji Tukul, Gus Mustofa Bisri, adalah beberapa pencipta puisi yang sangat berpengaruh terhadap dunia sastra dan perubahan sosial di masyarakat Indonesia" Untuk itu, generasi muda, anak-anak, harus dikenalkan puisi sejak dini", ujarnya. Dengan sedikit puitis Nugroho meyakinkan, "Karena itu, ungkapkan lah rasa di hatimu dengan puisi".

Selain baca puisi, kegiatan melapak baca gratis ini juga ada kegiatan mewarnai. "Untuk mewarnai, kertas dan crayon kami sediakan" demikian diungkapkan oleh Nirma Herlina salah satu pegiat literasi Rokan Hulu. Salah satu anak-anak yang ikut mewarnai adalah putri Sekda Rokan Hulu.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Lurah Pasir Pengarayan, Mukhlis. Didampingi istrinya, Mukhlis mengatakan, "Bagus ada kegiatan seperti ini. sambil bapak ibunya senam, anak-anaknya bisa ikut ke Taman Kota untuk membaca bahkan mewarnai" ujarnya.

Mukhlis mengimbau agar masyarakat ikut berdonasi untuk menyukseskan kegiatan lapak baca gratis ini, baik berupa buku, majalah bahkan juga uang.

"Karena kegiatan inikan butuh kertas, pewarna, foto kopi, dan mencetak. Kasianlah kalau pegiat literasi yang nalangin semua dengan bbiaya pribadi mereka." terang beliau.

Selain membaca puisi, para pegiat literasi Rokan Hulu juga mendiskusikan kepenulisan puisi Haiku dan langsung praktik menulis, dengan pemateri Suyatri Yatri, guru SMPN 1 Rambah. Tampak para pegiat literasi di situ dan aktifis forum anak Rokan Hulu. Suyatri Yatri adalah seorang guru yang sangat menggeluti bidang ilmu tersebut.

Yang berbeda dengan guru-guru yang lain adalah, Suyatri langsung terjun mendampingi siswa, anak muda, dan siapapun yang memiliki minat untuk belajar puisi. Bahkan di luar jam belajar formal pun Suyatri menyediakan waktunya untuk pengembangan karya puisi di Rokan Hulu.

Selain kegiatan melapak baca gratis, tampak Taman Kota Pasir Pengarayan sangat ramai oleh berbagai aktifitas. Pagi diramaikan oleh kegiatan senam aerobik yang ditaja oleh pemerintah kabupaten Rokan hulu.

Kemudian hadir Lembaga Konsultasi kesejahteraan Keluarga dengan mobil Anti galaunya, dimana masyarakat bisa berkonsultasi berbagai hal mengenai keluarga. Dinas kesehatan yang menyediakan cek gula gratis. Taman Kota semakin ramai dengan hadirnya forum anak menampilkan permainan rakyat.

Masyarakat sangat antusias menyambut kegiatan ini. Bu Jannah seorang karyawati bank swasta yang tinggal jauh di Rambah Hilir membawa putrinya ke Taman Kota, karena mendengar ada kegiatan lapak baca ini pekan lalu.

Bu Betlely seorang pengawas SMP juga menyambut baik kegiatan ini bahkan berjanji ikut melapak di Ahad yang akan datang. Selain pegiat literasi, kegiatan ini juga diikuti oleh seorang dokter cantik, dr Rina yang pernah bersekolah di SMPM Rambah, sekolah yang membuatnya menggemari dunia baca.

"Ahad depan melapak baca gratis ini akan digerakkan oleh rumah baca Nugroho dan rumah baca Amanda Syifa. Kepada masyarakat Rokan Hulu yang ingin membaca atau berdonasi kami silahkan datang Ahad depan pukul 07.00 - 10.00 WIB" kata Pamula dari RB Nugroho saat menutup lapak baca hari ini.

Selain berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 1 Rambah, Pamula juga terlibat aktif dalam dunia literasi Rokan Hulu. Salah satu karyanya adalah Novel berjudul "Rauf Sang Pembelajar". Bersama teman-temannya yang semua rata-rata perempuan, Pamula tergerak untuk memberi inspirasi pada masyarakat Rokan Hulu untuk mengembangkan literasi.

"Di tengah maraknya teknologi HP, kami khawatir anak-anak tidak lagi berminat membaca buku. Belum lagi pengaruh negatif dari televisi, game online, dan sebagainya, sehingga mengembalikan budaya baca buku adalah upaya kami memberi jawaban atas masalah tersebut," terang Pamula.

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar