KI: Arahkan Cita-cita Anak Sesuai Keinginannya

id ki arahkan, cita-cita anak, sesuai keinginannya

Oleh Desy Nofitasari & Frislidia

Pekanbaru (Antarariau.com) Pengelola Project Kelas Inspirasi (KI), kini terus menggiatkan proyek sosial berupa arahan mengenai cita-cita anak yang sesuai dengan keinginannya agar kelak mereka tahu minatnya sendiri sejak dini sehingga pendidikan mereka tidak terancam putus di tengah jalan.

"Banyak anak yang kini terancam putus sekolah, bahkan tidak pernah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah, apalagi pendidikan tinggi karena tidak memahami apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara menempuh cita-cita

tersebut," kata Koordinator KI, Medy di Pekanbaru, Minggu.

Menurut Medy, cara menempuh cita-cita tersebut antara lain anak sedini mungkin diarahkan tentang cita-ciatanya agar mereka mengetahui dan memahami apa yang perlu mereka lakukan untuk meraih cita-cita tersebut dari sekarang.

"Salah satu cara dalam memberikan pengarahan itu dilakukan langsung oleh para pekerja profesional di bidangnya masing-masing, yang mereka diminta keihklasannya untuk cuti satu hari, dan bersedia masuk kelas," katanya.

Para professional dari berbagai profesi itu, katanya, mengajarkan pada anak bagaimana profesi tersebut dapat ditempuh, sedangkan penjelasannya dilakukan secara kreatif dan unik, tentu dengan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh anak-anak.

Dengan menghadirkan professional di bidangnya, kata Medy lagi, diyakini mampu memberikan pengetahuan serta

menumbuhkan cita-cita mereka sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki anak.

Project Kelas Inspirasi, katanya menjelaskan, merupakan sarana untuk memperkenalkan serta mengarahkan banyak profesi di Indonesia kepada anak bangsa yang khususnya mengajar anak di Sekolah Dasar (SD).

Anak SD menjadi sasaran pengarahan, karena pada usia tersebut anak sudah cukup pontensial untuk mengenal profesi, sehingga anak sudah memiliki cita-cita yang tepat di usia dini.

"Sebab selama ini banyak dari mereka hanya mengetahui profesi itu menjadi seorang dokter, guru, dan polisi. Padahal masih banyak profesi di Indonesia yang mungkin mereka menginginkan profesi tersebut, namun anak tidak mengetahuinya," katanya.

Sementara itu, projek sosial ini digelar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dalam memperoleh perizinan dan meminta rekomendasi sekolah mana saja yang bisa dilakukan kelas inspirasi atau satu hari bebas belajar formal itu.

Sekolah yang direkomendasi Disdik Pekanbaru yang digelar pada tiap Senin itu, dan KI ke-lima digelar 12 November 2018 di Pekanbaru, yakni di SDN 16 Rumbai Pesisir SDN 96 Payung Sekaki, di SDN 54 Sukajadi, SDN 68 Sukajdi, SDN 122 Tenayan Raya, SDN 69 Tanjung Rhu, SDN 191 panam, SDN 143Tangkerang, dan SDN 77 Tangkerang.

KI dibentuk pertama kali tahun 2012 di Jakarta dan hampir seluruh kota yang ada di Indonsia sudah memiliki KI, sedangkan di Kota Pekanbaru di bentuk tahun 2013.

Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar