Pemerintah Kuansing Gelar Pendidikan Jurnalistik

id pemerintah kuansing, gelar pendidikan jurnalistik

Pemerintah Kuansing Gelar Pendidikan Jurnalistik

Kuantan Singingi, (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan 30 wartawan yang bertugas diwilayah setempat, acara dilaksanakan pada 28 - 29 Maret 2018 di Pangeran Beach Hotel Padang, Sumatera Barat dengan menghadirkan dua nara sumber profesional.

"Saya berharap semua Pers di Kuansing dapat membantu kinerja pemerintah membangun daerah," kata Bupati Kuantan Singingi Mursini di Sumatera Barat, Rabu.



Bupati optimis melalui pelatihan yang dilaksanakan dapat memberikan nilai positip bagi wartawan dan membantu meningkatkan semangat, kinerja sehari - hari serta sesuai dengan harapan masyarakat maupun daerah Kuansing, selain bersinergi dalam membangun Kota Jalur agar lebih maju, karena semakin tinggi kualitas maka semakin besar kontribusi bagi publik.

Bupati yakin hubungan baik, kerja sama dan kemitraan yang telah terjalin selama ini dengan baik tetap dapat dipertahankan, Pemerintah Kuansing sangat peduli dan mendukung penuh kegiatan media maupun wartawan, terbukti selama ini kemitraan itu berjalan lancar.

"Saya yakin kedepan akan lebih maksimal lagi dalam bermitra," sebut Bupati saat menghadiri acara pelatihan yang digelar di Kota Sumbar.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Kuansing Muradi juga mengatakan, setiap tahun acara untuk menambah ilmu pengetahuan wartawan selalu laksanakan hanya saja bentuk dan tempatnya berbeda, ini menunjukan besarnya perhatian dan dukungan pemerintah daerah setempat.



"Pemahaman Kode etik dan Delik Pers yang ditaja saat ini sangat bermanfaat bagi semua pihak," ujar Muradi.

Muradi menambahkan, nara sumber yang didatangkan untuk acara Diklat wartawan adalah yang berkompetisi dan memiliki pengalaman yang sangat baik, berwawasan luas, ilmu yang disampaikan sangat berguna bagi Pers dalam menjalankan fungsi serta aktivitas sehari hari.



Keseriusan 30 wartawan yang hadir dalam acara pelatihan jurnalistik tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Muradi dan berjanji kedepan akan memasukkan program kegiatan serupa dengan mengundang Dewan Pers menjadi nara sumber pada acara selanjutnya tahun 2018.

"Wartawan dapat menyuguhkan informasi ke masyarakat dalam pemberitaan yang bersifat fakta bukan berita bohong atau hoax," pintanya.

Dia menginginkan hasil karya wartawan itu dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat luas, dalam bertugas maupun penulisan diharapkan tetap mengacu pada kode etik jurnalistik, sehingga ketika masyarakat mengkonsumsi hasil karya tersebut isinya dapat menyejukkan.

Kepala Sub Bidang (Kasubag) Informasi Media Cetak dan Elektronik Selpi Keswita menambahkan, Diklat Jurnalistik ini menghadirkan dua narasumber, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Riau, Saparuddin Koto dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Riau, Harry B Koriun.



"Acara diikuti oleh wartawan media cetik, elektronik maupun online," terangnya.

Keberangkatan sejumlah wartawan dan Humas Protokoler Kuansing melalui kesepakatan bersama dengan menaiki mobil yang telah disediakan, beranjak dari Kantor PWI Kota Teluk Kuantan Selasa (27/3) bersama - sama menuju kota Padang, tiba di Hotel Pangeran Beach Padang berkisar pukul 22:00 Wib.

Keesokan harinya Rabu (28/3) acara dilaksanakan, setelah sarapan pagi bersama masuk ruangan mengikuti prosesi kegiatan yang sudah terjadwal dengan baik, sehungan dengan amanah Bupati Mursini bahwa Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekeretariat Daerah Kuansing Muradi langsung membuka acara sembari menunggu kedatangan Bupati.

"Peserta mendengarkan dan berdiskusi terkait kode etik dan deliks pers," tambahnya.



Peserta juga berkunjung ke salah satu media yang sangat berhasil di Kota padang yakni Harian Singgalang pada Kamis (29/3), kedatangan tim mendapat sambutan baik dari Eriandi salah satu Redaktur koran harian itu, sangat dibanggakan kunjungan juga dampingi oleh nara sumber pelatihan yakni saparudin Kota dan Harry B koriun.

Redaktur singgalang Eriandi pada kesempatan itu menjelaskan, sangat menunggu dan memberikan apresiasi tinggi kepada wartawan Kuansing atas kehadiran dan sekaligus menjadikan kantor media ini menjadi rujukan, bahkan menurutnya, saat ini media telah berumur 50 tahun, setiap ada acara reuni wartawan ada mencapai 200 wartawan senior yang datang dan bahkan puluhan Pers dari media tersebut yang diterima di berbagai media nasional di luar Kota Padang.

"Kesejahteraan wartawan menjadi perhatian manajemen perusahaan dan bahkan setiap Pers diminta untuk menuliskan sebuah buka sebagai hasil karya dan tambahan kredit point," tegsanya.



Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kuansing Samsir Alam yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Kerjasama Media Mulyadi Harun pada saat acara pelatihan jurnalistik digelar menyebutkan, semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan ilmu pengetahuan watawan sangat didukung penuh semua pihak dan inimenunjukan besarnya perhatian pemerintah.

"Saya optimis wartawan yang bertugas di Kuansing lebih cerdas, profesional kedepannya," pintanya.

Bahkan berjanji untuk memberikan perhatian serius terhadap profesi jurnalistik sesuai bidangnya, karena kerja sama dan kemitraan harus terjaga dan terjalin dengan baik dalam rangka membangun daerah agar lebih maju, berkembang dengan pemeritaan yang berimbang dan bertanggungjawab.

Sementara salah seorang narasumber yang merupakan Wakil Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Saparuddin Koto menyebutkan, Kode Etik Jurnalistik sangat penting dalam profesi wartawan dalam menjalani aktivitas sehari -hari agar tugas berjalan dengan baik serta lancar.



"KEJ ini harus menjadi pedoman bagi setiap wartawan," ujarnya.

Saprudin Koto menyampaikan, bahwa dalam melahirkan hasil karya jurnalistik, wartawan diharapkan bisa menghasilkan berimbang, panas menjadi dingin, inilah pentingnya mengetahui kode etik jurnalistik, dalam membuat isi berita.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Riau, Harry B Koriun dalam narasi yang disampaikan, menyebutkan bahwa Delis Pers sangat penting dipahami oleh wartawan, dalam menjalani aktivitas berusahalah untuk tidak melanggarnya sehingga merasa aman.

"Banyak kasus delik pers selama ini, hal tersebut hendaknya menjadi perhatian dan pembelajaran," terangnya.

Untuk itu, berharap wartawan yang menjadikan profesi sehari - hari memiliki bekal pengetahuan tentang hukum, akan membuat aktivitas atau pekerjaan terhindar dari berbagai masyalah yang jusru menghambat kinerja. (Advertorial)