Sejak 2013, Beasiswa Mahasiswa Di Dumai Tak Pernah Cair

id sejak 2013, beasiswa mahasiswa, di dumai, tak pernah cair

Sejak 2013, Beasiswa Mahasiswa Di Dumai Tak Pernah Cair

Dumai, Riau (Antarariau.com) - Ratusan mahasiswa di Kota Dumai berunjuk rasa lagi ke kantor wali kota dan DPRD setempat menuntut janji kepala daerah dan wakil rakyat terkait pencairan dana bantuan beasiswa untuk kuliah, Rabu.

Koordinator aksi Ilham Maarif dalam pernyataan sikap menyebut bahwa wali kota dianggap telah melakukan pembohongan publik karena janji 10 hari menjawab aspirasi terkait persoalan dana beasiswa ini tidak dipenuhi, sehingga kembali turun ke jalan.

Pantauan, aksi unjuk rasa diawali di Kantor Wali Kota Dumai di Jalan Tuanku Tambusai sekitar pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan ke Gedung DPRD guna melakukan orasi menuntut kepastian dana beasiswa yang tak pernah cair sejak 2013.

Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan tuntutan meminta pemerintah dan lembaga DPRD agar dapat menganggarkan dana beasiswa bagi mahasiswa pada 2017 mendatang hingga tahun seterusnya.

"Wali kota dan DPRD harus minta maaf ke seluruh mahasiswa terhadap pembohongan publik yang dilakukan karena tidak memenuhi janji menyelesaikan persoalan dana beasiswa ini," kata Ilham dalam orasinya.

Mahasiswa juga meminta pejabat pemerintah terkait agar diusut karena diduga melakukan penyelewengan dana beasiswa ini sejak tahun 2014 hingga 2016 tanpa ada kepastian dan pencairan.

Ratusan kaum intelektual muda ini terpantau sempat terpancing amarah ketika Kepala Bagian Kesra Setdako Dumai Asnam menyebutkan bahwa hanya beasiswa prestasi yang cair, sedangkan kurang mampu tidak cair.

Unjuk rasa menuntut dana beasiswa ini dilancarkan beberapa elemen mahasiswa, yaitu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Satuan Mahasiswa Pelajar Pemuda Pancasila (Satma PP dan GMKI.

Usai menyampaikan aspirasi di gedung DPRD, ratusan mahasiswa dengan pengawalan aparat kepolisian ini melanjutkan aksi membakar ban bekas dan mencoret badan jalan menggunakan cat semprot.

Aksi mahasiswa ini merupakan lanjutan karena sebelumnya pada 6 Oktober 2016 juga menggelar unjukrasa sama menuntut kepastian dana bantuan beasiswa dari pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Dumai Zainal Abidin kala itu mengatakan, persoalan tuntutan beasiswa yang disampaikan mahasiswa secepatnya akan dibahas dan dicarikan solusi bersama wali kota dan jajaran.

"Beri kami waktu untuk menyelesaikan persoalan ini karena harus duduk bersama dengan jajaran pemerintah daerah," sebut Zainal waktu itu.