Gubernur Riau H Anas Makmun resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2014 di Kota Dumai, Rabu (21/5) di ballroom Hotel Comfort Dumai.
Pembukaan Rakernas Apeksi diawali dengan penampilan tari persembahan berciri khas melayu yang dipentaskan penari Dumai. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mers Apeksi dan Mers Kota Dumai.
Gubernur Riau Anas Makmun saat menyampaikan pidato menyinggung soal program pencanangan pembangunan ruas jalan tol Dumai-Pekanbaru yang direncanakan sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terwujud disebabkan rumitnya proses pembebasan lahan.
"Pembangunan jalan tol Dumai-Pekanbaru masih belum dapat dilaksanakan tahun ini, karena pembangunan jalan tol masih terhambat status lahan yang akan dibebaskan," kata Anas.
Namun dia berjanji, persoalan status lahan akan diselesaikan dalam tahun ini juga, dan Pemprov bersama pemerintah kabupaten kota terlibat akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan persoalan status lahan.
"Kami sudah menemui instansi terkait di Jakarta termasuk menemui Kementerian Kehutanan," sebutnya.
Dia melanjutkan, dana pembebasan lahan dan dana pembangunan ruas jalan cepat ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan didukung penganggaran dari APBD propinsi, kabupaten kota.
"Tugas kita saat ini hanya melakukan pembebasan lahan yang akan dilalui jalan tol, setelah itu dapat dilaksanakan karena dananya sudah tersedia," terang mantan Bupati Rohil ini.
Kata Anas, lahan jalan tol masih tersandung persoalan, seperti masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT), hutan tanaman industri (HTI), hak guna hutan (HGU), hak penguasaan hutan (HPH).
Meski demikian, Anas Makmun optimis mampu menyelesaikan persoalan tersebut, ia berjanji dimasa kepemimpinannya akan mewujudkan pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang lebih kurang 134 KM. Bertujuan untuk memperlancar mobilitas dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian Riau dan khususnya Dumai.
Pawai Budaya
Ajang Rakernas Apeksi juga diisi dengan kegiatan Pawai Budaya Nusantara yang menampilkan keragaman seni budaya Indonesia oleh para peserta.
Pelaksanaan Pawai Budaya Nusantara diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kota dengan berjalan kaki dimulai dari Jalan HR Soebrantas menuju Taman Bukit Gelanggang sebagai Pusat Panggung Seni Rakyat Indonesia City Expo (ICE).
Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh ribuan pasang mata masyarakat Dumai karena disepanjang rute pagelaran Pawai Budaya Nusantara dipenuhi ribuan waga untuk melihat secara langsung rangkaian kegiatan berskala nasional itu.
Pawai Budaya Nusantara diikuti sebanyak 58 Kota dari 98 Kota peserta Rakernas Apeksi, dengan diawali pembukaan oleh penampilan seni budaya dari Kota Balikpapan dan diakhiri dengan penampilan seni budaya dari Kota Dumai.
Beragam seni budaya yang ditampilkan pada pawai Budaya tersebut, diantaranya penampilan ondel-ondel kesenian dari masyarakat Betawi dan tarian dari suku Dayak Kalimantan. Ribuan seniman termasuk pemusik, penyanyi, penari, dan lainnya juga unjuk kebolehan dalam ajang ini dengan menampilkan keunikan, tradisi, kreativitas dan kekayaan budaya daerah.
Sekda Kota Dumai Said Mustafa saat membuka Pawai Budaya Nusantara ini mengharapkan, pawai budaya hendaknya dapat mengenalkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia, khususnya Dumai terhadap seni dan budaya.
"Dengan lebih mengenal keragaman seni dan budaya dari seluruh Kota yang ada di Indonesia, pada akhirnya diharapkan akan menumbuhkan rasa bangga, meningkatkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," harapnya.
(Adv/humas/Abdul Razak)