Dinas Pertanian Kulon Progo uji coba tanam padi varietas Gamagora di Tuksono

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, padi

Dinas Pertanian Kulon Progo uji coba tanam padi varietas Gamagora di Tuksono

Pelaksanaan penanaman padi Gamagora di Tuksono, Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Dokumen Dinas Pertanian Kulon Progo,)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan uji coba penanaman padi varietas Gajah Mada Gogo Rancah atau Gamagora di lahan sawah seluas satu hektare milik Gabungan Kelompok Tani Makmur Sejahtera Tuksono.

Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Wazan Mudzakir di Kulon Progo, Jumat, mengatakan kegiatan demplot ini dilakukan atas kerja sama BI, UGM, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, dan Gapoktan Makmur Sejahtera.

"Demplot ini dilaksanakan pada musim tanam I seluas satu hektare. Demplot ini dilaksanakan di Gapoktan Makmur Sejahtera dengan varietas Gamagora dengan menggunakan aplikasi basillus dan pupuk organik dan juga kimia," kata Wazan.

Ia mengatakan varietas Gamagora mempunyai potensi produksi 9,9 ton gabah kering giling (gkg) per hektare dengan pertumbuhan anakan rata-rata 32 anakan, dan malai yang pajang dan butir gabah yang bernas.

Wilayah Tuksono terdiri dari lahan sawah dan juga lahan sawah tadah hujan, dengan luas lahan sawah 113 hektare dan lahan tadah hujan 65 hektare sehingga total 178 hektare.

"Kami mendukung demplot varietas ini. Semoga hasilnya bagus dan ke depan semakin luas lahannya," katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UGM Subejo mengatakan varietas padi Gamagora merupakan lepasan dari riset Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM.

"Keunggulan padi jenis ini adalah bersifat amfibi yaitu dapat beradaptasi di lahan tadah hujan atau kekurangan air dan pada lahan sawah irigasi," katanya.

Selain itu, kata Subejo, produksi yang tinggi dan rasa nasi yang pulen. Kegiatan demplot ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di wilayah Tuksono, Sentolo, dan Kulon Progo pada umumnya.

"Kami berharap varietas ini berkembang dan hasil panen melimpah, sehingga produksi padi meningkat," katanya.

Baca juga: Gubernur Riau dan Plt Bupati Meranti panen raya padi di Desa Topang

Baca juga: Mentan: NTB berhasil menyumbang produksi padi sebesar 880,99 ribu ton