Wu ukir sejarah sebagai petenis China pertama menangi gelar ATP Tour

id Berita hari ini,berita riau terbaru, berita riau antara, tenis

Wu ukir sejarah sebagai petenis China pertama menangi gelar ATP Tour

Arsip foto - Petenis China Wu Yibing melakukan pukulan forehand melawan Daniil Medvedev pada hari kelima turnamen tenis US Open 2022 di Billie Jean King Tennis Center, New York, AS, Jumat (2/11/2022). (ANTARA/REUTERS/USA TODAY/ Geoff Burke)

Jakarta (ANTARA) - Wu Yibing mengatasi bombardir ganas dari John Isner di final Dallas Open, Minggu waktu setempat, untuk mengukir sejarah sebagai petenis China pertama yang memenangi gelar ATP Tour.

Petenis berusia 23 tahun dari Hangzhou itu menyelamatkan empat match point sebelum mengklaim kemenangan 6-7 (4/7), 7-6 (7/3), 7-6 (14/12) hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.

Wu, yang naik peringkat global dalam satu tahun terakhir dari 1.869 pada Maret tahun lalu menjadi peringkat 97 dunia, menjatuhkan diri di lapangan dengan gembira setelah memastikan kemenangan.

Kemenangan tersebut terjadi dalam pertarungan sengit dengan Isner melancarkan rentetan 44 ace selama pertandingan.

Pukulan ace Isner yang memukau hanya terpaut satu dari rekor ace sepanjang masa dalam pertandingan ATP Tour tiga set ketika Ivo Karlovic mencatatkan 45 ace pada 2015.

"Saya membuat sejarah di sini untuk negara saya. Saya sangat bangga pada diri saya sendiri," kata Wu di lapangan setelah kemenangannya, seperti disiarkan AFP, Senin.

"Pertandingan hari ini sangat sulit. Saya menghadapi, entahlah, 100 ace."

Sementara itu, Isner memuji penampilan Wu setelah kekalahan tersebut.

"Anda akan mendapatkan tempat yang sangat, sangat cerah dalam olahraga tenis di masa depan," kata Isner.

Isner yang berusia 37 tahun kehilangan kesempatan emas untuk merebut gelar ke-17nya setelah menyia-nyiakan satu match point pada set kedua ketika dia memimpin 30-40 di poin 6-5 servis Wu.

Isner melakukan pengembalian dan Wu bertahan sebelum menyamakan kedudukan dengan kemenangan di tie break untuk memainkan set penentuan.

Pada set ketiga keduanya kembali memaksa permainan menuju tie break. Isner memiliki peluang match point lagi setelah memimpin 6/5 pada break, tetapi sekali lagi tidak dapat memanfaatkannya.

Keduanya menyelamatkan match point saat ketegangan memuncak, sebelum Wu akhirnya meraih match point kelimanya pada kedudukan 13/12 pada tie break servis Isner.

Dengan backhand-nya Wu mampu mengatasi servis Isner dan petenis Amerika itu melancarkan forehand yang tinggi untuk kemenangan Wu.

Kemenangan tersebut merupakan tonggak mengesankan lainnya bagi Wu yang tahun lalu menjadi petenis China pertama yang mencapai babak ketiga US Open.

Kemunculan Wu di jajaran profesional mengikuti kariernya yang sukses sebagai junior yaitu tampil sebagai semifinalis tunggal putra Australian Open 2017 sebelum memenangi mahkota tunggal putra di US Open pada akhir tahun itu.

Baca juga: Aryna Sabalenka kalahkan Rogers untuk buktikan diri di Australian Open

Baca juga: Marta Kostyuk ogah jabat tangan dengan petenis Rusia dan Belarus