Sejumlah saksi diperiksa terkait kapal tenggelam yang menewaskan tujuh orang

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, kapal tengglam

Sejumlah saksi diperiksa terkait kapal tenggelam yang menewaskan tujuh orang

Sejumlah warga membantu mengevakuasi korban kapal tenggelam di Rote Ndao. (ANTARA/Ho-Polres Rote Ndao/KH)

Jakarta (ANTARA) - Tim penyidik Reskrim Polsek Rote Barat dan Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan kapal motor yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 11 orang terluka.

"Sedang dilakukan pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik," ujar Kapolres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar Polisi I Nyoman Putra Sandita saat dikonfirmasi dari Kupang, Senin.

Aparat kepolisian setempat memastikan bahwa penyebab kecelakaan kapal itu karena jumlah penumpang melebihi kapasitas atau daya tampung kapal.

Kapolres menyebutkan ada 41 orang penumpang di atas kapal yang tenggelam di Pantai Leodik, Desa Bo'a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

"Jadi, kalau dilihat dari laporan sementara diketahui bahwa kapal tersebut tenggelam karena jumlah penumpang kapal itu kelebihan kapasitas," ujarnya.

Kapolres menjelaskan kecelakaan kapal itu bermula saat sebagian warga Desa Bo'a dari Dusun Loedi dan Dusun Ndundao bergotong-royong mendorong kapal motor yang diberi nama "Hacker" yang baru selesai dibuat.

Kapal itu didorong hingga masuk ke laut dan siap dioperasikan. Kapal yang dinakhodai oleh Paulus Hangge diuji coba mengelilingi laut di sekitar Pantai Loedi, Desa Bo’a, dengan penumpang sebanyak 41 orang.

"Ada 41 orang penumpang terdiri atas 14 orang anak dan dewasa 27 orang," tambah Kapolres.

Sekitar 20 menit kapal menyusuri Pantai Loedi ke Pantai Ndundao “Loeona” berjarak sekitar 200 meter dari pantai.

Pada saat kembali ke Pelabuhan Loeona, kapal miring karena muatan melebihi kapasitas sehingga mengakibatkan para penumpang jatuh ke laut.

Setelah kejadian tersebut, dilakukan pencarian oleh masyarakat Desa Bo’a dengan dibantu seorang warga negara asing bernama Richard dan Vincent.

"Pencarian yang dibantu dua WNA menggunakan speed dan papan selancar hingga ditemukan para korban," tambah Kapolres Rote Ndao.

Dari 41 orang yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam itu, terdapat korban meninggal dunia yang jumlahnya tujuh orang dan 34 orang selamat.

"Sebelas orang di antaranya dirawat di Puskesmas Delha," tandas Kapolres.

Dua korban selamat yang sempat dirawat di Puskesmas Delha kemudian dirujuk ke RSUD Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara jenazah tujuh korban sudah diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan visum oleh petugas medis. Polisi kemudian mengamankan barang bukti kapal "Hacker" dan masih mendalami penyebab kecelakaan itu.

Berikut nama korban meninggal dunia:

1. Paulus Hangge (37), warga Dusun Loedik, Desa Bo'a (Kapten)

2. Nikson Mbatu (27), warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a

3. Yan Bunda (49), warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a

4. Andi Hangge (23), warga Dusun Loedik, Desa Bo'a

5. Putri Bunda (12), warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a

6. Jendri Bunda (17), warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a

7. Deni Adu (34), warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a

Korban selamat dan dirawat di Puskesmas Delha:

1. Lot Hangge (15)

2. Hengki Mbatu (34)

3. Adi Tang (27)

4. Rio Nggadas (18)

5. Gisel Mbatu (11)

6. Petronela Nggadas (33) (rujuk ke RSUD Baa)

7. Wehelmina Lulu (33)

8. Yakobis Hangge (11)

9. Ruslin Hangge (6) (rujuk ke RSUD Baa)

10. Miksel Hangge (29)

11. Juven Huba (17)

Baca juga: Otoritas Yunani cari 100 migran korban kapal tenggelam

Baca juga: Tongkang angkut kontainer nyaris tenggelam di Karimun

Baca juga: Tongkang angkut kontainer nyaris tenggelam di Karimun