Presiden Ukraina Zelenskyy minta pasukan Rusia untuk pulang

id Berita hari ini,berita riau terbaru, berita riau antara,Ukraina

Presiden Ukraina Zelenskyy minta pasukan Rusia untuk pulang

Arsip -Tentara Angkatan Bersenjata Ukraina mengendarai kendaraan peluncur roket otomatis saat berlatih di wilayah Kherson, Ukraina, dalam foto handout yang dirilis pada Selasa (1/2/2022). (Ukrainian Armed Forces Press Service/Handout via REUTERS/FOC/djo)

Mykolaiv/Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mendesak pasukan Rusia untuk pergi menghindari serangan tentara Ukraina di dekat kota Kherson.

Dia mengklaim pasukannya sedang merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, meskipun Moskow mengatakan serangan Ukraina telah mengalami kegagalan.

Serangan Ukraina itu wilayah selatan itu juga menyulut kekhawatiran tentang bencana radiasi karena terjadi di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Dalam pidato malamnya pada Senin, Zelenskyy bersumpah bahwa tentara Ukraina akan mengejar tentara Rusia hingga "ke perbatasan".

"Jika mereka ingin selamat, inilah saatnya bagi militer Rusia untuk pergi. Pulanglah," katanya.

"Ukraina sedang merebut kembali miliknya," kata Zelenskiy.

Penasihat senior Zelenskyy, Oleksiy Arestovych, mengatakan pertahanan Rusia telah "diobrak-abrik dalam beberapa jam".

Pasukan Ukraina menembaki kapal-kapal feri yang digunakan Rusia untuk mengirim pasokan ke sejumlah daerah di tepi barat Sungai Dnipro di wilayah Kherson, kata dia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tentara Ukraina berusaha menyerang wilayah Mykolaiv dan Kherson tetapi menderita banyak korban, kata kantor berita Rusia RIA.

"Upaya ofensif musuh gagal secara menyedihkan," katanya.

Namun, serangan roket Ukraina telah menyebabkan kota Nova Kakhovka yang diduduki Rusia kekurangan air dan listrik, kata sejumlah pejabat yang ditunjuk Rusia kepada RIA.

Serangan artileri Rusia di kota pelabuhan Mykolaiv, yang masih dikuasai Ukraina meski diserang habis-habisan oleh Rusia, menewaskan sekitar 24 orang dan menghancurkan rumah-rumah, kata para pejabat kota dan saksi, Senin.

Seorang koresponden Reuters melaporkan satu serangan telah mengenai rumah yang bersebelahan dengan sekolah dan menewaskan seorang perempuan.

Pemilik rumah Olexandr Shulga mengatakan dia tinggal di sana selama hidupnya dan istrinya tewas setelah tertimpa reruntuhan.

"(Serangan) itu menghantam dan guncangan datang, menghancurkan semuanya," kata dia.

Komando selatan Ukraina mengatakan tentara mereka telah melancarkan serangan ke beberapa arah, termasuk wilayah Kherson di sebelah utara Krimea, semenanjung yang dicaplok Rusia pada 2014.

Ukraina telah menghantam lebih dari 10 tempat sepanjang pekan lalu dan "tak diragukan lagi telah melemahkan musuh", menurut seorang juru bicara Ukraina.

Dia mengatakan pasukan Rusia di selatan masih "cukup kuat".

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia sudah mulai hasilkan listrik kembali bagi Ukraina

Baca juga: Amerika Serikat beri paket bantuan persenjataan terbesar ke Ukraina


Sumber: Reuters