Edukasi mahasiswa, Golkar Riau gelar workshop transparansi informasi publik

id Golkar Riau, Edukasi politik, mahasiswa

Edukasi mahasiswa, Golkar Riau gelar workshop transparansi informasi publik

DPD I Golkar Riau edukasi mahasiswa soal transparansi, tata kelola dan informasi layanan publik (ANTARA/Diana)

Pekanbaru (ANTARA) - DPD I Partai Golkar Provinsi Riau menggandeng akademisi dan Komisi Informasi (KI) dalam kegiatan workshop Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) di Gedung DPD Golkar Riau, Kota Pekanbaru, Selasa.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Publik, DPD Golkar Provinsi Riau, Erna Wilianti mengatakan dalam giat itu pihaknya mengundang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru. Ada sejumlah materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut di antaranya soal transparansi, tata kelola dan informasi layanan publik.

"Ini juga merupakan salah satu program MPO Golkar Riau, karena kita menjadi bagian dari PPID di bidang media. Alhamdulillah acaranya berjalan sukses. Kita juga undang mahasiswa agar mereka mendapat pendidikan politik dari partai Golkar, sekaligus kita juga memperkenalkan kantor Golkar Riau yang baru kepada masyarakat,"kata Erna.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa aktif berdialog dengan pemateri. Juga hadir sebagai pamateri Anggota KI Riau yang membidangi keterbukaan informasi publik Asril Darma.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Riau Indra Gunawan Eet menyambut baik kegiatan positif seperti ini karena dapat menjadi penguat internal partai.

"Mudah-mudahan bemanfaat bagi internal partai maupun bagi mahasiswa yang mengikuti. Sesuai dengan instruksi Ketum Pak Airlangga dan Ketua DPD I Pak Syamsuar bagaimana agar Pemilu, Pileg dan Pilgub dapat sukses. Tentu bermula dari agenda kecil hingga agenda besar di Partai Golkar," kata pria yang akrab disapa Engah itu.

Sementara itu Pengamat Politik Riau Saiman Pakpahan yang juga merupakan narasumber dalam kegiatan itu mengatakan partai politik tengah berancang-ancang menyusun strategi menghadapi pesta demokrasi. Ada dua substansi yang sedang dipersiapkan yakni konsolidasi dan koalisi.

"Pertama tentu dikonsolidasikan partai politiknya menjadi partai politik yang kuat kemudian baru bicara soal konsolidasi," kata dia.

"Nah, Saya kira workshop seperti ini tidak hanya merespon akan adanya pemilu. Tapi juga untuk penguatan internal dan bagaimana agar partai mampu memberikan kontribusi penguasaan secara kelembagaan dengan adanya workshop ini," sambung Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNRI itu.