Ada beasiswa perguruan tinggi untuk siswa SMA dan guru di Meranti, ini syaratnya

id Beasiswa perguruan tinggi,Beasiswa siswa

Ada beasiswa perguruan tinggi untuk siswa SMA dan guru di Meranti, ini syaratnya

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil didampingi beberapa pejabat lainnya menerangkan Program Meranti Cerdas kepada siswa SMA Sederajat, guru, dan kepala sekolah di Halaman Kantor Bupati, Ahad (9/1). (ANTARA/Rahmat Santoso)

Tapi setelah selesai harus pulang dan mengabdi di daerah, kalau tidak akan didenda 100 kali lipat biaya kuliah yang telah dikeluarkan Pemkab Meranti,
Selatpanjang (ANTARA) - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil menyampaikan program Meranti Cerdas kepada ratusan siswa, kepala sekolah dan guru SMA sederajat di wilayahnya, Ahad, di halaman Kantor Bupati setempat.

Ia menawarkan beasiswa pendidikan di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar Provinsi Riau. Semua siswa yang nanti menamatkan sekolahnya punya kesempatan untuk dapat program tersebut.

"Tidak memandang dia anak siapa. Pokoknya tidak ada lagi anak Meranti yang tidak bisa melanjutkan kuliah hanya karena tidak punya biaya," ujar Bupati Adil dalam sesi tanya jawab seusai kegiatan jalan santai sehat bersama.

Dia menyebutkan berbagai perguruan tinggi yang sudah dan akan melakukan MoU dengan Pemkab Kepulauan Meranti. Seperti Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara hingga perguruan tinggi di Pulau Jawa seperti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

"Makanya mulai dari sekarang persiapkan diri, belajar yang keras agar bisa masuk ke universitas ternama di Indonesia," ujarnya.

Selain berbagai jurusan umum, kata Bupati Adil, Pemkab Kepulauan Meranti masih membutuhkan ratusan lulusan teknik juga belasan dokter umum. Seluruh pembiayaan akan ditanggung pemerintah setempat.

"Ayo yang berminat silahkan ikut seleksi, nantinya semua akan ditanggung. Tapi setelah selesai harus pulang dan mengabdi di daerah, kalau tidak akan didenda 100 kali lipat biaya kuliah yang telah dikeluarkan Pemkab Meranti," tegasnya.

Kemudian kepada para kepala sekolah dan guru, Bupati Adil sangat berharap bisa membantu pemerintah daerah dalam membentuk generasi unggul.

Karena, lanjut Bupati Adil, pemerintah setempat akan memfasilitasi bagi pahlawan tanda jasa ini agar melanjutkan pendidikan guna meningkatkan kualitas diri, sehingga estafet pembangunan Meranti ke depannya dapat berjalan lebih baik.

"Para guru juga harus meningkatkan kemampuan dirinya, upgrade ilmu yang ada. Silahkan lanjutkan kuliah S2 atau bahkan S3, pemerintah kabupaten siap memfasilitasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti Rosita mengatakan urusan pendidikan adalah hal strategis dalam upaya meningkatkan SDM yang bermuara pada pengentasan kemiskinan.

Walaupun pendidikan SMA sederajat adalah urusan pemerintah provinsi, namun tidak berarti Pemkab Kepulauan Meranti langsung lepas tangan.

"Apalagi adek-adek ini adalah ujung tombak Meranti ke depannya. Oleh karena itu melalui visi misi bupati lewat program Meranti Cerdas, siap mencetak 5000 sarjana, 500 master dan 200 doktor. Ayo gunakan kesempatan ini," ajak Rosita.

Dia mengingatkan bagi siswa SMA yang sebentar lagi akan menamatkan sekolah dan memasuki perguruan tinggi untuk bisa memperhatikan kebutuhan daerah dalam memilih jurusan.

"Kita sedang memetakan kebutuhan tersebut dan akan kita sampaikan ke sekolah-sekolah. Jadi nanti adek-adek bisa tahu jurusan apa yang dibutuhkan. Agar nanti begitu tamat bisa langsung bekerja," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdakab Kepulauan Meranti Hasan menjelaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan upaya menciptakan generasi cerdas lewat kerjasama dengan beberapa kampus ternama di Indonesia. Di tahun 2022 ini telah disiapkan anggaran untuk kampus-kampus yang telah dilakukan MoU.

"Ada 11 perguruan tinggi yang sudah MoU dengan Pemkab Meranti," jelas Hasan.

Sedangkan dalam waktu dekat ini akan ada empat kampus lagi yang akan melakukan MoU dengan Pemkab Meranti, yakni UGM, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan.

"Itu mulai dari program S1, S2 dan S3 untuk setiap warga Meranti di berbagai jurusan. Yang kita tanggung itu UKT (uang kuliah tunggal) tiap semesternya," terang Hasan.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2022