Tim SAR gabungan terus lakukan pencarian korban hilang bencana Gunung Semeru

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,Semeru

Tim SAR gabungan terus lakukan pencarian korban hilang bencana Gunung Semeru

Arsip foto - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana awan panas guguran Gunung Semeru pada Senin (6/12/2021). (ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang.)

Jakarta (ANTARA) - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap 16 dari 43 korban yang hilang akibat bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"16 korban masih dalam proses pencarian dan sekarang masih diidentifikasi tim evakuasi," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam rilis yang diterima ANTARA di Kabupaten Lumajang, Rabu.

Baca juga: Team SAR Gabungan berhasil menemukan KM Inka Mina 286 beserta seluruh ABK

Bupati Lumajang bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersilaturahmi dan menyapa para relawan yang membantu penanganan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Posko Tanggap Darurat yang berada di Kantor Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Selasa (7/12) malam.

"Kami masih melakukan proses pencarian pada kedalaman satu meter dari awan panas guguran dan apabila proses pencarian dilakukan lebih dari 10 meter, maka hal itu masih berisiko tinggi bagi tim evakuasi," tuturnya.

Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu mengatakan saat ini total korban yang mengalami luka-luka tercatat sebanyak 120 orang, di antaranya 82 korban mengalami luka ringan atau rawat jalan dan 38 orang mengalami luka berat, kemudian 35 orang dikabarkan meninggal dunia.

Baca juga: Satu ABK Citra Mandala Abadi hilang ke perairan Pulau Rangsang

"Dari sekian korban baik yang mengalami luka ringan maupun berat masih dilakukan perawatan di rumah sakit Lumajang maupun beberapa rumah sakit rujukan," katanya.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para relawan untuk ikut membantu melakukan pemetaan terkait berbagai permasalahan untuk meningkatkan kualitas layanan pengungsi, terutama bagi para pengungsi yang masuk kategori ibu hamil, difabel, anak kecil dan lansia.

"Tolong dibantu pemetaan bagaimana di area pengungsian itu memungkinkan anak-anak tinggal lebih nyaman. Untuk lokasi anak-anak bisa dibantu komunikasikan dengan pengelola pengungsian termasuk untuk lansia, ibu hamil dan difabel," katanya.

Baca juga: Tim SAR Gabungan berhasil evakuasi awak kapal mesin mati di Flores Timur

Ia mengatakan makanan anak-anak harus disiapkan tersendiri apalagi yang masih bayi atau balita, karena di dapur umum seringkali masak makanan untuk orang dewasa.

Kepada para relawan yang berasal dari berbagai organisasi dan daerah di seluruh Indonesia tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih dan apresiasinya bahwa para relawan hadir di Lumajang karena satu hal yakni panggilan kemanusiaan.

Mantan Menteri Sosial itu berharap masa tanggap darurat 14 hari dapat selesai dan segala persoalan terkait pengungsian salah satunya tempat hunian sementara dapat segera terealisasikan mengingat masih terdapat beberapa lokasi dengan kategori rawan bencana dan berisiko tinggi agar sementara tidak ditempati lagi.

Baca juga: 6 orang tenggelam di Sungai Kampar, dua ditemukan tewas

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021