Anas Urbaningrum Cegah Perpecahan Demokrat Riau

id anas urbaningrum, cegah perpecahan, demokrat riau

Anas Urbaningrum Cegah Perpecahan Demokrat Riau

Pekanbaru, (antarariau) - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berusaha mencegah perpecahan dalam tubuh partai itu di Provinsi Riau jelang Pemilihan Gubernur pada 2013, yang dikhawatirkan berdampak negatif pada perolehan suara Pemilihan Presiden 2014.

Hal tersebut ditunjukan Anas pada peringatan Hari Ulang Tahun Partai Demokrat ke-11, sekaligus pelantikan pengurus DPAC se-Rokan Hulu, di Pasir Pangaraian Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu.

Perpecahan Demokrat Riau sangat terasa antara Ketua DPD Partai Demokrat Riau Mambang Mit dan Ketua DPC Demokrat Rokan Hulu Achmad. Keduanya berkeinginan maju sebagai Calon Gubernur Riau periode 2013-2018 dan sama-sama mengklaim memperoleh dukungan dari mayoritas pengurus dan kader.

Untuk mencegah perpecahan itu, usai kelarnya acara Anas langsung merangkul keduanya dihadapan puluhan jurnalis. Anas langsung menggenggam tangan keduanya dan meminta momen itu diabadikan.

"Tunggu dulu, ini yang paling penting. Mana sini Pak Mambang dan Pak Achmad," kata Anas sambil mengangkat tangan kedua pimpinan partai itu secara bersamaan.

Kemudian Anas mengatakan bahwa DPP Partai Demokrat hingga kini belum menentukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk suksesi politik di Riau. Ia beralasan saatnya belum tepat karena masih ada waktu sekitar satu tahun sebelum Pemilihan Gubernur Riau.

"DPP (Demokrat) tak buru-buru, kami akan putuskan pada waktu yang tepat dan pada tokoh yang tepat," katanya.

Meski begitu, ia mengatakan DPP akan mensuport kadernya yang berkeinginan maju dalam pencalonan. Hanya saja, keputusan tak bisa diambil terburu-buru untuk mendukung satu calon saja.

"DPP belum putuskan karena bentuk formatnya nanti adalah mengusung pasangan calon gubernur, bukan sendiri-sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, DPP akan mengutamakan survey elektabilitas kandidat calon, peta politik lokal dan koalisi antarpartai untuk mempertimbangkan calon yang akan diusung.

Sementara itu, suasana persaingan antara Mambang Mit dan Achmad sangat terasa pada acara itu. Achmad yang juga Bupati Rokan Hulu, menampilkan video klip mengenai keberhasilannya merangkul masyarakat.

Sedangkan, saat Mambang Mit berada di podium untuk berpidato, sejumlah kader menyorakinya dengan kata-kata mencibir. Bahkan, ratusan kader terlihat meninggalkan tempat duduknya saat Mambang mulai berpidato.

Meski begitu, Mambang dalam pidatonya mengaku tak mempermasalahkan keinginan Achmad untuk maju dalam pemilihan Gubernur Riau. Hanya ia menyayangkan apabila keinginan tersebut malah akan membuat perpecahan internal, yang bisa digunakan pihak luar untuk menggembosi perolehan suara Demokrat Riau.

"Demokrat jangan sampai masuk angin dari pihak-pihak luar. Rapatkan barisan dan jangan terpecah," tegas Mambang.

Ia mengatakan kader Demokrat Riau harus belajar dari kegagalan pada 2010, saat seluruh pasangan yang diusung partai itu gagal pada empat pemilihan kepada daerah di Riau.

Ia mencontohkan kegagalan Demokrat di Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis yang saat itu mengusung kandidat yang secara survey tinggi dari segi elektabilitas. Kemudian, kegagalan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Popularitas dari survey tinggi, tapi kita karena kurang kerja sama dan kelengahan kita jadi kalah," kata Mambang.

Menurut dia, setelah kekalahan itu DPD Demokrat terus melakukan konsolidasi dan mulai membuahkan hasil. Contohnya adalah berhasil mensukseskan Achmad sebagai Bupati Rokan Hulu untuk kedua kalinya.

Sedangkan, contoh paling sukses Demokrat adalah pada Bupati Kampar, dan Pemilihan Wali Kota Pekanbaru pada 2011 lalu yang sukses menang lewat pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi lewat dua kali pemilihan umum.

"Demokrat harus mengutamakan kampanye bersih, cerdas dan santun. Karena kadang-kadang masyarakat sudah lebih pintar dari kita," kata Mambang.